Showing posts with label Bandar bola. Show all posts
Showing posts with label Bandar bola. Show all posts

Thursday, August 17, 2017

Perkenalan Yang Berakhir Di Ranjang


Abadicash : Nama saya irman,usia saya 24 tahun dan pada saat ini saya kuliah dan bekerja. Cerita ini berawal pasa saat saya sedang jalan-jalan  dengan teman-teman saya di Yogya yang memang sudah cukup terkenal di kalangan anak muda. Saat saya sedang melintasi jalan Malioboro saya melihat seorang wanita dan saya menghentikan kendaraan saya lalu kami pun berkenalan.

Wanita tersebut bernama Meli dan dia masih berumur 18 tahun dengan tinggi kurang lebih sekitar 165cm dan dengan ukuran bra sekitar 36C,akhirnya saya menawarkan dia untuk mengantar pulang dan dia pun setuju,akhirnya kami pun jalan pulang tanpa ada apa-apa.

Keesokan harinya pada pukul 10.00 Tiyas menghubungi saya via HP saya.

" Hallo,Irman ya?"

" Siapa ini ya?" tanya saya

" Tiyas,masa lupa yang semalam kenalan..."

" Oh,iya lagi dimana neh,"

" Lagi di Prambanan,kamu ada acara gak hari ini?"

" Ehhmm,gak ada tuh kenapa?" jawab saya

" Bisa jemput?"

" Bisa jemput di depan Prambanan aja jam 11.00."

" Ok"

Singkat cerita saya langsung meluncur  ke arah Prambanan,sesampainya disana  kami ngobrol sejenak lalu kami memutuskan untuk pergi.

" Mau kemana nih?" tanya saya

" Terserah kamu aja..."

" Main ke rumah ku sebentar yuk mau gak?"

" Ol" jawabnya dengan santai.

" Gak takut?" tanya saya

"Takut apa?"

" Kalau di perkosa gimana?"

Dengan santainya dia menjawab," Ga usah di perkosa juga mau kok...heheheheh.." samabil melirik ke arah ku dan mencubit manja pinggang ku.

Kemudian saya bertanya," Benar neh?"

Sia menjawab " siapa takut?"

Lalu,segera kita meluncur ke arah rumah ku dibilangan Tebet yang memang sehari-harinya selalu kosong. Begitu sampai saya lalu mempersilahkan Tiyas untuk untuk masuk lalu kami duduk bersebelahan dan saya menggoda dia.

" Bener nih gak takut di perkosa?"

Dia malah menjawab," mau di perkosa aku sekarang?" tuturnya sambil membusungkan dadanya yang montok itu.

Aku tidak tahu siapa yang mulai tiba-tiba bibir kami sudah saling bertemu dan saling melumat,dan memainkan lidahnya di mulut ku. Tangan kirinya melepas baju ku dan aku tidak mau ketinggalan,saya ikut membuka kaos ketatnya dan melepaskan BH nya.

Ciuman ku menjalar ke leher dan belakang kupingnya.

" Ahh...eeessstt...terus yang.." Tiyas udah mulai meracau tidak jelas saat lidah saya turun ke dadanya diantara kedua bukitnya.

Lidah saya terus menjalar di buah dadanya namun tidak sampai pada pentilnya.

Tiyas mendesah-desah,"  Man isep Man ayok Man gue pengen elu isep Man..."

Namun aku tidak memperdulikan dan masih bermain di sekitar pentilnya dan turun ke perut sambil perlahan-lahan tangan ku membuka celananya dan masih tersisa celana dalamnya.

Akhirnya kepala ku di tarik Tiyas dan di tempelkan ke mulut ku.

" Ayok Man isep Man jangan menyiksa ku Man..."

Akhirnya mulut ku menghisap tetek sebelah kirinya sedangkan tangan kanan ku meremas-remas tetek sebelah kanannya.

" Ohhhh...aaahhh...essst...enak Man terus sedot yang keras Man gigit Man ooohhh..." rancaunya.

Sambil ku sedot teteknya bergantian kiri dan kanan tangan ku bergerilya di bagian pangkal pahanya sambil menggosok-gosok klitorisnya dari bagian luar celana dalamnya.

Tiyas pun tidak sabar,akhirnya dia membuka celana dalam ku sehingga mencuatlah 'adek ku' yang sedang berdiri tegak dan Tiyas pun terpana.

" Gila gede banget Man punya elo..."

Tiyas langsung memasukan kontol ku dalam mulutnya yang mungil,terasa penuh sekali mulutnya itu,Tiyas menjilat-jilat ujung kemaluan ku terus turun ke bawah sampai seluruh batangnya terjilat olehnya.

" Ah...enak nih terus ni" aku pun menahan nikmat yang luar biasa itu.

Akhirnya aku berinisiatif memutar tubuh ku sehingga posisi kami 69. Saat aku menjilati bagisn bibir vaginanya Tiyas mendesah.

" Ah...enak Man essst...terus Man.."

Akhirnya Tiyas mengelinjang hebat ketika lidahku menyentuh bagian klitaorisnya.

" Ahh...Man alu sampai Man.." sambil mulut ku terus mengulum penis ku,sedotan Tiyas pun semakin cepat dan kuat pada penis ku maka aku meraskan denyut-denyut pada penis ku.

" Ni gue juga mau sampai nih ahh..."

" Barengan ya..."

Mendengar itu Tiyas makin nafsu menyedot-nyedot dan menjilati penis ku dan akhirnya...

" Achhhh...achh...", croootttt...crooottt...crooottt....8 kali penis ku menyemprotkan sperma dalam mulut Tiyas dan dia menelan semuanya sehingga kami pun keluar secra bersamaan.


Akhir Tiyas pun menggelimpang disamping ku setelah menjilati seluruh penis ku hingga bersih.

" Makasih ya Man aku dah lama gak organisme sejak suami gue kabur..." tutur Tiyas

"Emang suami kamu kabur kemana?"

" Gak tau tiba-tiba dia menghilang setelah gue melahirkan anak gue"

" Lho kamu dah punya anak?"

" Udah setahun anak ku Man"

Kemudian Tiyas memeluk saya dengan eratnya. Lalu dia mendongakkan ke arah saya,lalu saya cium bibirnya denga lembut dia pun membalasnya tapi lama-kelamaan ciuman itu berubah menjadi ciuman penuh nafsu. Kemudian Tiyas memegang kemaluan saya yang masih terbuka dan meremas-remas secara otomatis adik ku langsung berdiri dan mengeras.

Kemudian Tiyas Tiyas menaiki tubuh ku lalu.....menjilati habis seluruh tubuh ssaya dari mulut sampai ujung kaki.

" Achh..." desah ku sejalan dengan jilatan tubuh ku

Kemudian Tiyas mengulum penis ku terlihat jelas dri atas bagaimana penis ku keluar masuk ke mulutnya yang mungil itu.

"Ahhh..sssttt...enak sayang terus sedot sayang accchhh..." desahan ku semakin mengeras.

Kemudian ku putar tubuh ku dengan posisi 69 dengan Tiyas di atas tubuh ku lalu aku menjilati vagina Tiyas dan isep klitoris Tiyas.

" Ahh...ssst... enak sayang acchhh..." desah Tiyas meninggi.

Kemudian Tiyas memutar tubuhnya kembali dan dia memegang adik ku yang sudah siap tempur itu,di masukannya ke liang vagina setealh pas perlahan-lahan di taruhkannya pantat Tiyas,sehingga perlahan-lahan masuk lah penis saya keliang vagina Tiyas.

" Auwww...ssttt...oohhhh...gede banget sehh punya kamu yank" lirih Tiyas.

" Punya kamu juga sempit banget yank enak banget...ahhh.." tutur ku.

Perlahan-lahan aku tekan terus penis ku ke dalam vaginanya yang sempit itu,akhirnya setelah amblas semuanya Tiyas mulai menggerakan pinggulnya naik turun sampai penis saya seperti disedot-sedot. Tiyas berada di atas ku sekitar 15 menit sebelum akhirnya dia mengerang.

" Ahhh...sayang aku keluar yank,ahhhh" rancaunya.

Setelah itu tubuh dia melemas dan memeluk aku namun karena aku sendiri juga mengejar puncak ku maka langsung ku genjot Tiyas dari atas terus menerus hampir kurang lebih 20 menit sampai akhirnya Tiyas mengalami organisme yang ketiga kali dalam waktu yang singkat.

" Ahhh...sayang aku keluar lagi...aaahh..." Desah Tiyas.

" Kamu lama banget seh sayang" desah Tiyas sambil terus menggoyangkan pinggulnya memutar.

" Ahhh terus sayang sssttt enak sayang terus ..." rancaunya.

" Iya aku juga enak sayang ahhhh...enak sayang mentok banget ahhhhh...." rancau ku tak kalah hebatnya.

Akhirnya setelah aku menggenjot Tiyas selama kurang lebih 40 menit aku meraskan seperti ada yang mendesak ingin keluar dari bagian penis ku.

" Sayang aku mau keluar ..."

" Mau di dalam atau di luar sayang?" tanya ku.

" Bentar sayang aku juga mau keluar lagi neh ahhh..." desah Tiyas

" Di dalam saja sayang biar aku tambah puaas" desah Tiyas

" Aaahhhh...ssttt...sayang aku keluar sayang ahhhh..." rancau ku.

" Barengan sayang juga neh ahh...ahhh..ohhhh" desah Tiyas.

" Aaahhh" sayang aku keluar sayang ahhh...ssttt...ohhh" desah ku.

" Aaaahh" menyemprot lah sperma ku sebanyak 9 kali.

" Emmmhhhh..." saat itu juga Tiyas mengalami organisme..." Makasih ya sayang" tutur Tiyas sambil mencium bibir ku dengan mesrah.

Setelah itu kami langsung mebsihkan diri di kamar mandi dan di dalam kamar mandi pun kami sempat main lagi ketika kami saling membersihkan punya pasangan kami masing-masing tiba-tiba Tiyas jongkok dan mengulum punya ku kembali dan aku dalam posisi berdiri mencoba menahan nikmatnya. Namun aku tidak tahan menahan gejolak yang ada maka aku duduk di ws dan Tiyas menungging dengan berpegangan pada tepian  bak mandi dan ketika dia menungging langsung aku genjot maju mundur sambil meremas-remas buah dadanya yang mengayun-ayun.

" Bless...aahhhh....sssttt enak sayang ahhh..." rancaunya mulai menikmati permainan.

Namun setelah 15 menit aku merasa bosan dengan posisi seperti itu maka aku suruh memutar tubuhnya membelakangi aku dan aku angkat perlahan tanpa melepas penis ku dan aku suruh Tiyas menungging dengan berpegangan pada tepian bak mandi dan ketika dia menungging langsung aku genjot maju mundur sambil meremas-remas buah dadanya yang mengayun-ayun.

" Ahhh.....Man aku mau keluar Man..." desahnya.

" Man aaahhhh...". terasa cairan organisme Tiyas kembali membasahi penis ku.

Karena kondisi Tiyas yang lemas maka aku memutuskan untuk melepaskan penis ku dan Tiyas melanjutkan dengan mengulum penis ku sampai akhirnya....

" Yas aku mau eluar sayang...aahhh..."  sambil kutekan dalam-dalam kepalanya ke arah penis ku sehingga terlihat penis ku amblas semua ke mulutnya yang mungil itu.

Dan ketika Tiyas menyedot penis ku maka..." Aaahhhh...Ya..." akhirnya aku semprotkan seluruh sperma ku ke mulut Tiyas dan aku lihat Tiyas menelan semua sperma ku tanpa ada yang tumpah dari mulutnya bahkan dia membersihkan penis ku dengan menjilati sisa-sisa seluruh sperma yang ada.

Setelah itu kami saling membersihkan tubuh kami masing-masing dan kami kembali ke kamar dengan tubuh yang ssama-sama telanjang bulat dan kami tiduran sambil berpelukan tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh kami dan kami saling berciuman dan meraba serta mengobrol-ngobrol sejenak.

Tanpa terasa kami sudah berada di rumah ku hampir selama 4 jam. Maka akhirnya kami mengenakan baju kami masing-masing dan setelah itu aku mengantarkan Tiyas pulang ke kost-annya di daerah Godean dan berjanji untuk saling menghubungi. Hingga saat ini di turunkan kami masih sering melakukan hubungan intim.


www.abadicash.com                                                                    www.pekanpoker.com








Wednesday, August 16, 2017

Kenikmatan dari Janda Muda


Abadicash : Saya mempunya teman cewek,namanya Dini. Dari poster tubuhnya boleh di jamin semua laki-laki yang melihatnya pasti akan tergiur untuk mencicipi tubuhnya. Dini mempunyai tinggi kurang lebih 168 cm,50 kg dengan menggunak bra yang berukuran 34B,dan berkulit kuning langsat,dengan wajah layaknya cewek kampus,tidak terlihat sama sekali wajahnya pecinta sex bebas,sama seperti saya.

Beruntung saya mempunyai wajah dan badan yang cukup lumayan,sehingga saya tidak mengalami kesulitan dalam mencari teman untuk melepas birahi,apalagi di tambah dengan ukuran saya yang boleh di bilang lebih dari rata-rata. Wajar saja kalau teman cewek saya rajin kontak saya disaat mereka butuh dan begitu juga sebaliknya.

Langsung saja rebahkan Sinta di ranjang dan gantian saya ciumi bibirnya,dan Sinta juga membalasnya dengan tidak kalah ganasnya. Kemudian saya turuni ciuman saya ke leher. Lehernya juga bersih saya jilati dan ciumi. Samar-samar saya dengar Sinta mulai mendesah. Suatu hari Sinta menelpon saya. Dia cerita bahwa dia punya teman kost baru,cakep pula. Dia juga bilang kalau temannya itu mirip artis ibu kota. Dia berjanji mau mengenalkan saya ke dia. Makanya kemudian saya dan Dini membuat suatu perjanjian pertemuan di hari sabtu.

Pada hari yang sudah di janjikan,saya telah membuka sebuah kamar di daerah Juanda,dan seperti yang di rencanakan, Dini datang membawa seorang temannya yang bernama Sinta.

" Tok...tok...tok..!" 3 kali saya dengar ketokan pintu, maka secara otomatis saya membukakan pintu. Begitu pintu terbuka,terlihatlah Dini yang sedang tersenyum kepada saya,dan di belakang nampak temannya yang akan di kenalkan pada saya. Dan ternyata benar,temannya itu ternyata mirip sekali dengan artis ibukota yang Dini ceritakan.

" Sin,kenalin ini teman ku yang mau aku kenalin ke elu." Begitu ucap Dini sambil masuk ke kamar. " Oh iya,aku Sinta dan elu siapa...?" Sapanya ramah. Saya sempat terdiam sewaktu Sinta menjulurkan tangannya,karena saya tidak habis pikir kalau cewek ini begitu cantiknya, dan saya harus dapat mencicipinya hari ini juga.

" Hmmmm,nama aku A..." begitu saya sadar.langsung saya merespon dengan juluran tangan. Hmmm,kulit halus juga,pikir saya. Kalau dari yang saya lihat,Sinta ini sedikit lebih pendek dari Dini, tetapi dia mempunya buah dada yang lebih besar dari pada Dini. Kira-kira tingginya 162 cm, 45 kg, dan saya rasa ukuran dadanya 34C, soalnya dadanya besar sekali.

" Eh kamu berdua jangan diam gitu donk, kasih aku minum kek...!" tiba-tiba suara Dini memecahkan kesunyian yang ada," Oh iya sorry Vin,tuh kamu ambil aja di kulkas...!" jawab saya sekenanya. " Gini...," kata Dini. " Teman aku Sinta seorang janda anak satu,tapi kamu pikir deh,umurnya baru 24 dan body nya masih segini,gak kecewa donk kamu aku bawain yang kaya gini." lanjut Dini lagi. " Ahh elu bisaan aja Vin," sahut Sinta dengan tersipu,sehingga tampaklah wajahnya yang sedikit memerah. Aduh...,ini membuat saya jadi horny saja.

Tiba-tiba saja Sinta menarik Dini ke kamar mandi."  Iku aku bentar deh Vin..!" tutur Sinta. Lalu Dina dengan terburu-buru juga ikut dan sambil bicara kepada saya," Dah kamu tidur aja dulu di ranjang,teman aku mau bilang sesuatu kali nih ke aku."

Tidak lama mereka keluar dari kamar mandi." Eh sori yahh tadi sempat buat kamu kaget." tutur Sinta." Gak apa-apa kok." jawab saya masih bingung ." Emang kenapa sehh tadi...?" Saya masih bingung. " Udah deh kamu gak usah tahu,urusan perempuan kok barusan,yang penting sekarang kamu santai aja di ranjang kamu dan ikutin permainan aku." timpalnya lagi.

" Wah-wah-wah,permainan apa lagi neh...?" pikir saya dalam hati. Tapi saya sudah senang sekali,apalagi saya melihat Dini tersenyum nakal ke arah saya. Duh,saya jadi tambah horny saja deh." Sebelum aku kasih kamu ijin,jangan sekali-kali kamu sentuh aku,ok...?" tutur Sinta. " Ok ok deh.." jawab saya masih agak bingung dengan arah permainannya.

Tiba-tiba saja Sinta langsung mendekati ke ranjang dan segera menciumin saya di bibir. Yah otomatis saya akan merespon juga donk. Lidah kami sling bergerilya," Sedangkan saya hanya bisa terlentang saja di ranjang. Kemudian ciuman Sinta turun ke leher saya,hmm... enaknya pikir ku. Dijilatinya leher saya,trus dia juga menjilati kuping saya. Tanpa sadar saya mendesah," Aaaahhh,enak,Sin,terusin donk...!"

" Sekarang aku bukain baju kamu,tapi inget...! Tangan kamu tetap diam aja ya,jangan sentuh aku sebelum aku kasih ijin...!" sahutnya lagi." Aduh sengsara banget neh...! masa mau ML tangan aku gak boleh pegang-pegang seh...!" pikir saya dalam hati.
,dengan sigap Sinta
Dengan cepat Sinta membuka baju saya dan langsung di lempar,dengan sigapnya Sinta langsung bergerilya di dada saya,bagaikan seseorang yang lama tidak mendapatkan tubuh laki-laki. Di gigitnya putting saya." Enak gigitan kamu," saya mendesah pelan.Samar-samar saya melihat Dini duduk disamping saya sambil memperhatikan wajah saya dan dia tersenyum.

Tanpa sadar tangan saya mencoba mencari buah dada Sinta untuk saya remas-remas. Eh tanpa saya duga,tiba-tiba saja tangan saya di tepis oleh Sinta dan Dini." Aku kan dah bilang kalau belum aku kasih ijin jangan sentuh aku...!" tutur Sinta." Iya,kamu tuh gimana seh...?" tutur Dini," Ikutin donk permaian Sinta...! lanjut Dini." Yah habis gimana donk...? namanya juga reflek....!" timpal saya sambil mendesah dan agak kecewa.

" Pokoknya kamu sabar deh...!" tutur Sinta sambil membuka celana saya." Hmmmm....,CD model low cut dengan warna hitam ini...!" tutur Sinta sambil berguman sendiri." Kamu tau aja kesukaan ku...!" tutur Sinta " Dan kamu seksi banget dengan CD warna gini,bikin aku horny juga tau...!" kalimat Sinta yang terakhir sebelum dia mulai berkaraoke," Ooohh enak,sedot lagi donk yang kuat Sin...!" tutur saya sambil mendesah.

Kurang lebih 5 menit Sinta telah berkaraoke terhadap penis saya. Kemudian Sinta dengan sigapnya melepas seluruh baju,celana,dan pakaian dalamnya." Nah sekarang kamu boleh sentuh aku...!" tutur Sinta. Maka karena dari tadi saya sudah menahan mau menyentuh dia tapi tidak boleh,maka kesempatan ini  tidak saya sia-sia kan.

Kali ini saya turun ke buah dadanya,saya menjilati dulu pinggirnya secara bergantian,dari kanan ke kiri,tapi saya tidak sedikitpun menyentuh putingnya Sinta. Dan Sinta kemudian berbicara," Ayok donk isepin putting aku,pleaseeee....!"

" Wah ini saatnya balas dendam neh...!" pikir saya dalam hati. " Hah....? kamu minta di isepin puttingnya,sebelum aku mood,aku gak bakal isep putting kamu...!" jawab saya sambil tersenyum. Saya lihat Dini juga ikut tersenyum melihat temannya terkapar pasrah.

Tidak lama setelah saya memainkan buah dadanya,saya turun ke vaginanya. Tampak lah bulu-bulu vagina Sinta yang begitu halus dan di cukur denganb rapih,dengan sigap saya langsung menghisap vagina Sinta," Ohhh....,ooohhhh,enak...! terusin donk sayang...!" Sahut Sinta sambil mendesah. Kalimat itu membuat saya tambah semangat,maka saya tambah liar untuk menghisap vaginanya.

"Sayang,aku mau keluar," lirih Sinta. Dan tiba-tiba saja cairan vagina Sinta keluar di iringi teriakan dari Sinta yang kemudian saya telan semua cairan vagina Sinta." Duh say,kamu kok hebat seh maenin memek ku...?" tanya Sinta,yang saya lakukan cuma tersenyum saja.

"please donk masukin punya kamu sekarang...!" pinta Sinta sambil memelas."Nnti dulu putting kamu belum aku hisap...!" jawab saya. Maka dengan cepat langsung puttingnya berwarna coklat muda itu saya hisap dengan kencangnya secara bergantian,kiri dan kanan.


"Ahhh enak sayang,terusin...! tambah kenceng donk....!" teriak Sinta. Hmmm,mendengar suara cewek lagi terangsang begitu membuat saya tambah horny lagi,apalagi si adik,sudah dari tadi menunggu giliran masuk. Maka langsung saja saya memasukan penis saya ke dalam vagina." Shit...!" pikir saya dalam hati.

Setelah sedikit susah payah,akhirnya masuk juga penis saya ke vaginanya." Gila bener Sin barang kamu enak banget dan sempit...?" jawab saya dengan napas yang mulai tidak teratur. Dan kalimat saya di balas dengan senyum oleh Sinta yang sedang merem melek.

Begitu masuk,langsung saya goyangkan.Yang ada hanya suara Sinta yang terus mendesah dan teriak." Ahhh terus sayang,tambah cepat donk ...!" Dan sekilas disamping saya tampak Dini sedang meremas-remas buah dadanya sendiri.

" Sabar Vin,akan tiba giliran kamu,sekarang aku beresin dulu temen kamu ini...!" jawab saya sambil menggoyangkan Sinta. Dini hanya menganggukan kepala,soalnya ddia tahu ini bagian dalam permainan yang mereka buat,jadi Dini juga tidak boleh ikut sedikit pun dalam permainan Sinta dan Santi.


Tidak lama kemudian Sinta minta ganti posisi,kali ini dia mau di atas." cepet keluar aku kalau di atas...!" katanya santai. Kami pun berganti posisi. Berhubung Sinta tadi sudah keluar,maka kali ini ketika kami main vagina Sinta sudah becek."Ahhh...,enakk...barang lo berasa banget sih...!" jawab Sinta sambil merem melek.

5 menit kemudian Sinta teriak,"Ahhhh...,aku keluar lagi..!" dan dia langsung jatuh ke pelukan saya. Tetapi saya kan belum keluar,wah tidak begini caranya neh. Ya sudah akhirnya saya gantian dengan gaya doggy. Kali ini Sinta menjerit ," Terusin sayang...!" tidak lama kemudian saya merasa saya sudah mau keluar." Sin mau keluar dimana ...?" tanya saya."Di muka aku aja." jawabnya cepat.

Kemudian ," Croot...croooot...!" sperma saya keluar di wajahnya. Kemudia Sinta dengan cepat membersihkan penis saya,bahkan saya saja ngilu dengan hisapannya. Tidak lama pun saya pun jatuh lemas disampingnya. Dan saya tetap melihat Dini tetap meremas dadanya dan dia pun melihat saya dengan tatapan dingin mendapat perlakuan yang sama seperti temannya.

" Vin,ke kamar mandi yuk,aku mau bersih-bersih neh...!" jawab saya sambil mengajak Dini. Kemudian Dini dengan cepat menarik saya ke kamar mandi. Dikamar mandi kami saling membersihkan satu sama lain . " Vin,aku istirahat dulu ya,aku cepet banget soalnya ," timpal saya dengan suara lemas karena horni tapi penuh dengan kebhagiaan.

" Ok deh,tapi jangan lama-lama yah,aku udah gak tahan nih,horni banget...!"Jawab Dini sambil membersihkan penis saya.


www.abadicash.com                                                                          www.pekanpoker.com





Tuesday, August 15, 2017

Bercinta Dengan Tante ku Yang Bahenol


Abadicash : Waktu aku ke Jakarta dan aku janjian sama tante Tiwi buat cari rumah. Ku jemput dia di salah satu rumah tante ku,dan kami jalan.

" Kemana nih kita Tante?" tanya ku.

" Enaknya kemana ya dek,Tante dan Om pengen suasana yang tidak terlalu ramai,dan tenang gitu,dan kalau bisa udaranya masih bersih dan aksesnya gampang."

" Wah kalau begitu dekat tempat Iwan saja tante,di Cibubur banyak perumahan,apalagi diseberang toll."

" Ya sudah kita kesana saja."

Ku arahkan mobil ku ke arah toll menuju lokasi. Cari-cari seharian dan akhirnya tante Tiwi suka di ssalah satu komplek Ciputra Group.

" Gimana dek menurut mu?"

" Ya terserah tante aja,bagusnya Tante tanya Om dulu aja."

" Iya deh nanti malam Tante tanyain." Kuantarkan Tante Tiwi pulang.

" Entar Tante hubungi kamu ya dek,soalnya kalau jadi rumah yang mau over kredit tadi,sepertinya kita harus cari furniture dan perlengkapannya dulu,gak ganggu kamu kan dek?"

" Gak lah Tante,lagian kuliah juga masih kosong."

" Makasih ya dek". jawab si tante sambil sun pipi ku.

Pukul 7 pagi telepon berdering dan Tante Tiwi mengabarkan kalau suami setuju dengan pilihan rumah yang kemaren,dan dia mengajak cari peralatan rumah tangga,karen akan melakukan jual beli baru yang akan di laksanakan senin minggu depan. Kami berjalan ke arah Jl.Fatmawati,karen disana memang banyak toko dan show room meubel. Siangnya kami makan siang sambil ngobrol-ngobrol.



" Gimana Tante menurut penilaian Tante?" tanya ku.

" Gimana ya,bagus-bagus semua seh,tapi kan Tante sudah pegang referensinya,jadi kalau nanti Tante mutusin  pilih,Tante tinggal telepon."

" O..." jawab ku singkat.

" Dek,Jumat besok kamu ikut week end ya.soalnya tante Een ngajakin,refreshing katanya,ajak Iwan juga."

" Bolej juga itu tante,tapi kalau Iwan di ajak di rumah kelamaan kosong tante,khawatir!"

" Terserah deh kamu atur aja."

Besoknya kami berangkat ke Puncak buat week-end.Iwan di tinggal. Di villa yang cukup gede dengan 4 kamar,halaman luas. Kolam renang,plus tempatnya yang masuk ke dalam dan di bukit membuat suasana asyik banget. Jam 10 malam selesai  makan di simpang raya kami langsung kembali ke villa. Aku pakai jacket,sambil merokok,aku duduk di teras belakang. Tidak lama muncul tante Tiwi pakai kimono handuk,habis mandi kelihatannya.

" Dingin-dingin gini kok mandi sehh tan?"  tanya ku.
" Iya,habis lengket sih,lagian kan ada water heater." katanya sambil mengeringkan rambutnya,dia angkat satu kakinya  dan di naikan ke kaki yang lain. Ala mak,aku bisa melihat paha mulusnya. Setelah kering rambutnya,tante Tiwi masuk,aku mengikutinya dari belakang. Aku ke dapur buat bikin kopi. Setelah bikin kopi ku bawa kopi ku bawa kopi ke ruang tengah. Pas lewat depan kamar tante Tiwi aku melihat pemandangan yang aduhai. Pintunya yang terbuka sedikit bikin aku bisaa mengintip,benar-benar yang ku ceritakan tadi di atas,dia yang lagi siap-siap pakai baju,baju pakai CD,sementara dadanya masih terbuka membuat payudaranya yang gede bebas terpampang. Buru-bur aku berlalu,dan bergabung dengan sama tante Een dan om Bambang beserta anak-anaknya yang lagi nonton tv. Ngobrol sebentar dengan tante Een minta izin untuk ngelonin anak-anaknya,sementara om Bambang minta izin buat istirahat. Akrinya hanya aku yang masih nonton tv,aku pindah duduk di kursi panjang yang tadi di duduki sama om Bambang dan tante Een biar aku nontonnya tidak miring.



Kira-kira 5 menit aku nonton sendiri,tante Tiwi keluar sambil bawa segelas jeruk panas dan duduk di samping ku. Mhh,aroma wangi tante Tiwi segera menyeruak memenuhi seisi ruangan. Tante Tiwi saat itu pakai kimono sutra warna merah cerah,yang bikin aku horny adalah dadanya nampak tidak pakai apa-apa. Kira-kira jam 12 malam aku pamit untuk beristirahat.

" Ya sudah ini di matikan saja tv nya,tante juga mau istirahat." kami berjalan beriringan menuju kamar masing-masing.kamar ku depan-depanan dama kamar tante Tiwi di bagian belakang,kamar ku di bagian belakang kamar anak-anaknya tante Een sementara tante Tiwi di belakang kamar tante Een. Pas ngelewati kamar tante Een terdengar suara- suara aneh. Aku menoleh ke arah tante Tiwi,dan tante Tiwi menaruh telunjuknya di depan bibirnya. " Sssstttt jangan berisik,kamu ambil kursi organ kesini,kita intip" katanya sambil tersenyum. Aku menganggukan kepala,ku ambil kursi itu dan ku taruh berlahan-lahan di depan pintu kamar. Tante Tiwi di luar dugaan segera naik untuk menyaksikan apa sedang berlangsung,dan aku yang di bawah dengan jelas dan gamblanng melihat kemulusan betis tante Tiwi plus bulu-bulu halusnya yang lebat.
Kemaluan ku tidak kuat dan pelan pasti mulai tegang. Tante Tiwi tidak lama mulai meletakan tangannya di depan permukaan selangkangannya dan mengusap-usapkan telapak tangannya disana.
Melihat gelagatnya seperti itu aku tidak buang-buang kesempatan,ku raba betis indahnya,dan di luar dugaan tante Tiwi tidak bereaksi,malahan dia merenggangkan kakinya dan ku lihat tangannya mulai dengan agak kasar mengusap permukaan selangkangannya sambil mulutnya mengeluarkan desahan, " sssshhhh".

Melihat tante Tiwi yang mulai naik tidak cuma tangan ku yang mengusap betis indahnya,tapi juga bibir dan lidahku. Kutelususri betisnya turun ke bawah,sampai punggung kakinya,ku pindahkan ke kakinya yang lain dan aku jelajahi juga. Desahan tante Tiwi mulai berubah jadi erangan,dan tangannya tidak cuma beraksi di permukaan selangkangannya,tapi juga tangannya yang lain mulai meremas payudaranya sendiri. Sementara aksi ku hanya di betis,kepala ku sudah mulai menyusup ke balik kimononya,jadilah aksi ku sekarang menelusuri daerah pahanya. Setelah aksi bibir dan lidah ku mendekati daerah selangkangannya,tangan tante Tiwi yang tadi di pakai menggosok selangkangannya sekarang pindah ke kepala ku. Dia tekan kepala ku dan mengusap-usap rambutku,sesekali dia jambak rambut ku sambil merapatkan kakinya. Kujilati buah pantatnya yang lain. Kusibakan CD mini tante Tiwi,ku renggangkan kakinya,dan ku nikmati belahan pantatnya.

Setelah ku mulai sesak nafas dan kegerahan ku keluarkan kepala dari bali kimononya. Ku geserkan kakinya tante Tiwi supaya dia bisa geser dan aku naik. Sejurus kemudian terpampang di depan mataku pemandangan yang membuat ku semakin horny. Tante Tiwi di bawah lahi megap-megap sambil menaik-narik rambutnya sendiri,dia angkat kedua kakinya  di pundak om Bambang,sementara om Bambang asyik memompa tante Een dari atas sambil mulutnya menikmati payudara tante Een yang lumayan bagus,meskupun sudah punya anak dua. Aku tidak mau tinggal diam,ku lingkarkan tangan ku ke pundak tante Tiwi dan langsung ku usap-usap bagian dadanya. Tidak lama tangan ku menyusul,kususupi di balik kimononya dan segera ku dapatkan segunduk daging yang teramat kenyal rasanya di tangan ku,dan tangan tante Tiwi membalas dengan menggigit-gigit telinga ku. Lagi asyik men-tune putting payudara kiri tante Tiwi, Tante Tiwi beranjak turun. Dan ternyata yang di lakukan Tante Tiwi adalah melepaskan ikat pinggang ku,melepaskan kancing celana jeans ku menurunkan zippernya. Dia tarik jeans ku selutut,tapi cuma jeansnya doang. Tidak lama terasa hangat permukaan CD ku.dan terasa juga lidah bermain di permukaan CD ku naik turun,terasa juga kemaluan ku digigiti naik turun,kaya oppie andaresta main harmonika. Sudah itu terasa CD ku di turunkan juga,sementara di dalam kamar posisi sudah terganti,tante Een mengendali naik turun  sambil kedua tangannya memegang tangan  om Bambang yang lagi asyik meremas payudara tante Een.

Hangat dan lembab terasa di kepala penis ku,pas pandangan ku di turunkan ternyata tante Tiwi lagi asyik menjilati penis ku,trus turun kebatang penis ku,naik turun dan akhirnya biji kemaluan ku di kulumnya juga. Di kemotnya kedua biji kemaluan ku. Ada perasaan mulas sewaktu kedua biji kemaluan ku di emut sama tante Tiwi,habis mulut tante Tiwi yang mungil,jadi kalau sekaligus jadi beradu satu sama lainnya. Bosan mengulum biji kemaluan ku tante Tiwi memasukan batang kemaluan ku ke dalam mulutnya,di emutnya dan disedot kenceng banget. Lalu tante Tiwi maju munduri mulutnya,sambil tangan kirinya memainkan biji kemaluan ku.
Sementara tangan kanannya meremas buah pinggul ku. Tante Tiwi melepaskan hisapannya ,tetapi kepala penis ku langsung jadi sasaran,kali ini kepala penis ku di garuk-garuk pakai gigi atasnya. Waduh,rasanya sangat luar biasa! geli,gatal,dan lain-lain rasanya nikmat rasanya campur aduk jadi satu. Dari dalam kamar tante Een dan om Bambang mengerang sangat keras,dan rupanya mereka baru ssaja mencapai puncak gunung bersama-sama.

Tidak kuat aku kelamaan berdiri tante Tiwi sudah meras kecapekan dari tadi," Dek kita pindah ke kamar yuk!" ajaknya. Aku seh menurut saja. Kuserbu lagi bibirnya,ku angkat dan ku pindahkan tubuhnya ke kamarnya. Ku taruh dia di atas kasur,dan tanpa buang waktu kulucuti pakaian ku sendiri. Setelah aku bugil aku naik ke ranjang dan bibir tante Tiwi kembali ku nikmati. Tangan tante Tiwi tidak tinggal diam,di genggamnya penis ku sambil di usap dan di kocok perlahan dengan tangan kirinya,sementara tangannya memeluk ku. Begitu juga aku tidak mau kalah,sementara tangan kiri ku menyanggah beban tubuh ku,tangan yang kanan ku ajak buat jalan-jalan di atas dada tante Tiwi. Di dalam kamar baru kutahu bahwa tante Tiwi adalah jenis manusia yang senang melepaskan perasaan horny nya dengan sebebas-bebasnya. Nuktinya sewaktu payudaranya ku remas dan putingnya ku pilin dari mulut yang masih ku kulum,gumamanya masih terdengar sangat keras . "mmmhhh...mmmhhhggg." Apalgo sewaktu lidah ku nermain di belakang telinganya,erangannya semakin menjadi.

Tante Tiwi dengan tangannya membimbing ku untuk menikmati permukaan lehernya yang jenjang dan ada sedikit lipatan lemaknya. Kujlat dan ku kecup bagian leher Tante Tiwi sampai tidak ada jengkal yang tersisa."uuhhh...sshhh..nnnhhh." Sekarang gantian tangan kanan ku di pakai menyangga tubuh ku sementara tangan kiri ku,ku pakai untuk membelai,meremas,memilin bukit tante Tiwi yang munjung dan sudah keras dari tadi. Habis sudah kedua permukaan payudara tante Tiwi,ku garap,tante Tiwi mendekap kepala ku dibelahan payudaranya,sementara kedua tangannya menyanggah kedua payudaranya,hal ini membuat murka ku tenggelam disela-sela payudaranya yang indah. Yang paling mengesankan adalah sewaktu aku bikin cupang di bawah putting kiri tante Tiwi,tante Tiwi berteriak sambil menjewer kedua kuping ku. " Hah...ooohhh...aggghh...usss...aahhh." sehabis itu jelaslah bekas cupangan ku di payudaranya.

Kujilati rambut kemaluan itu sampai rapi karena dari fakta yang kulihat sepertinya tante Tiwi adalah yang senang membiarkan rambut kemaluannya tumbuh dengan sendirinya tanpa adanya campur tangan dari luar. Setelah rambut kemaluannya itu rapih,kontan tangan dan bibirku kompakan buat mengerubuti vagina tante Tiwi. " Aaaahhh....aduhhhh....aaahhhgggghhh....yesss....trussssshhh...ssshhh". Desahan tante Tiwi semakin menjadi ketika dengan ganas ku gigit-gigit klitorisnya. Dan dengan tidak kalah ganas dengan tante Tiwi menjambak rambut ku,dia desaki selangkangnnya,sementara pinggulnya diangkat tinggi-tinggi sambil membuat gerakan memutar,"mmhhh...ssshhh...yaaaaa..." begitu terus dan terus tante Tiwi berputar dan berteriak. " Dek.....sini titit kamu buat aku..." pintanya dan terjadi lah pertempuran 69 yang sangat seru,karena tante Tiwi mengejan dan berteriak dengan sangat keras," Deee...aaahhhhh.....aaaduuuhhhh...tante tidak kuat..." Jeritan tante Tiwi disertai denganmerapatnya kedua paha,serta di cakar-cakarnya pantat ku. 1 1/2 menit tante Tiwi menjepit kepala ku sampai akhirnya dia terkulai sementara aku dengan asyiknya menjilati setiap tetes air yang mengalir dari lubang vagina  tante Tiwi " De sudah sayanggghhhh...aduhhh...geliii."

Tante Tiwi menjatuhkan diri dan terlentang pasrah sambil menarik nafas panjang,pandangan matanya menerawangan ke langit-langit kamar.
"De,kamu sudah sering melakukan yang kaya gini ya?" tanya ku.
" Ah gak juga tante,mungkin sudah dari sononya kali." jawab ku sekenanya.
" Tidak mungkin,buktinya penis kamu tante sedot kenceng banget kamu tenang-tenang aja". tuturnya.
" Oh tante pengen aku cepat klimaks ya?"
" Ya gak juga seh,ih kamu nakal ya !! katanya sambil sambil memiringkan badannya.

Melihat tante Tiwi telentang dengan kedua lengan dan pahanya terbuka,aku yang sudah kesetanan tidak tahan ku kangkangi dan langsung ku arahkan rudal ku ke lubang vaginanya,ku masukan penis ku secara perlahan-lahan ku tusuk.
"Ooohhhggg...ehhh..." penis ku perlahan mulai amblas. Sambil ku grepe kedua payudaranya setelah tenang ku mulai angkat perlahan-lahan batang penis ku,pas tinggal kepalanya doang yang tersisa ku tekan lagi," Uuuhhh..." kembali tante Tiwi mendesah. Lama-lama semakin lancar maju mundur,kadang-kadang kuptar seperti orang mengebor,dan tante Tiwi mengerang keras,"Hhhhmmmm.....oooouuuuggghhh",rupanya dia menyukainya.

Aku terus bergoyang,dan tante Tiwi punya inisiatif,dia peluk aku erat-erat dan berguling ke sisi kanan. Sekarang dia naik turun di atas ku. " Oooohhh....aduuuhhh...tanthhhh... terusssss". erang ku sambil tangan ku meremas payudaranya keras banget. "Uuuhhh...Uuuuhhh...uuuhhh...yyyeeessss...yyyeeessss" jeritnya sambil tangannya menjambak rambutnya sendiri. Lelah naik turun tante Tiwi memeluk ku sambil mencium ku,ku linkar kan tangan ku ke belakang,ku jamahkan bongkahan pantatnya dan aku mulai menusuk dari bawah. "mmmhhh...mmmhhh". Tidak lama tante Tiwi menggenjot pantanya dengan gila sambil berteriak-teriak, "aaahhhh...ooohhh...tante mau sssampppp..." belum selasai ngomong begitu tante Tiwi tekan keras-keras pantanya ke bawah,terasa otot vaginanya berkontraksi dan menjatuhkan diri ke badan ku.

" Huuhhh kamu hebat banget seh dek,sama cewek kamu atau sama perek kamu biasanya?"
" Enggak kok tante,baru sama tante aja sekarang."
" Alah, sama setiap cewek yang kamu tidurin juga jawabannya pasti sama." katanya sambil ngeloyor ke kamar mandi.
pintu kamar mandi ku sergap,ku angkat satu pahanya dan kutusuk sambil berdiri.
" Aduh kamu kok ganas banget sehh dek" katanya setengah membentak. Aku tidak mau tahu,ku dorong ke dinding ku hajar terus vaginanya dengan rudal ku. Ku bawa dia ke meja rias  yang berbentuk consol ku letakan pantatnya di atas meja itu. Sekarang aku sudah bisa bebas bersenggama dengan dia sambil menikati payudaranya.

Bosen dengan posisi begitu kucabut penis ku dan ku suruh tante Tiwi nungging,sambil tangannya memegang bibir meja. Bongkahan pantanya yang mulus dan aaduhai bikin aku tidak tahan. Ku pegang penis ku dan langsung ku arahkan vaginanya.Ku gesekan klitorisnya dan dia mulai mengerang nikmat. "Aaaahhh tante mau keluar lagi dekk..." tuturnya. Tante Tiwi goyangannya menggila dan tidak lama tangan kananya menggapai kebelakang,dia tarik pantat ku supaya menusuk lebih keras lagi. Aku tetap dengan aksi ku,ku raih badannya yamg kelihatan sudah mengendur,ku pelu dari belakang."Eeeggghh...ooohhh...ooohhh...aaahhhh". tidak lama setelah itu bendungan ku jebol,kutusuk keras banget,sperma ku menyemprot lima kali di dalam.Sambil ku kasih cumbuan-cumbuan kecil sambil kami tiduran. Dan ku lihat dinding menunjukan jam 02.10. Wah lumayan masih ada waktu satu babak lagi,ku pikir " tante,tante,vagina dan permainan tante ok banget!" puji ku. "Makasih juga ya dek,kamu juga hebat". pujian yang bisa ku trima!!.



www.abadicash.com                                                                              www.pekanpoker.com







Monday, August 14, 2017

PNS Melepaskan Perawannya Di Desa Saat Tugas


Abadicash : Leni PNS muda yang berparas cantik rela melepas keperawanannyadengan seoarng pria desa. Walaupun pria desa usianya sangat jauh diatasnya tetapi kebaikan serta paras wajahnya yang ganteng membuat hati Leni luluh dan rela melepas keperawanannya.

Aku lulusan D3 guru dan rencana akan mengajar disekolah dasar. Aku memiliki tinggi badan 158 cm dan berat badan ku 48 kg. Usia ku 23 tahun dan aku masih perawan. Aku mahasiswa yang berprestasi dengan IP yang tinggi. Setelah aku wisuda banyak sekali yang menawariku mengajar di sekolah. Aku masih sibuk mencari sekolah yang sekiranya cocok dengan ku.

Dekat dengan rumah tidak terlalu jauh dan tidak menyewa kost. Ada di dekat rumah tetapi gaji kurang memadai,aku masih selektif memilih tempat untuk bekerja. Orang tua ku juga tidak memaksa aku untuk langsung bekerja,mereka menyarankan ku untuk kuliah lagi,akan tetapi aku enggan aku ingin sgera bekerja mengajar sebagai guru,ini memang cita-cita ku sejak kecil akhirnya terwujud juga.

Aku pun iseng ikut tes CPNS dibuka untuk umum,belum lama satu bulan sudah ada pengumuman,aku pun masuk dan di terima sebagai PNS. Namun kenyataannya yang membuat aku sedih yaitu harus di tempatkan disekolah yang jauh dari rumah,di desa yang jauh sekali,dengan terpaksa aku harus berpisah dengan orang tua.

Sebagai pengabdian aku pun rela untuk mengajar di SD itu. Aku menjalaninya dengan tulus ikhlas dan orang tua ku juga merestui pekerjaanku. Setelah pra-jabatan dengan tingkatannya aku menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) aku harus berangkat yang sudah di tentukan oleh dinas. Orang tua ku melepas kepergian ku,mereka mengantar sampai dinas saja.

Karena aku di antar oleh bus dari dinas bersama-sama dengan teman yang lainnya. Air mata tumpah,ibu menangisi kepergianku. Aku mencoba tabah agar ibu tidak terlalu memikirkan ku padahal dalam hati ku aku juga berat meninggalkan mereka. Tepat jam 7 malam aku berangkat bersama rombongan. Ibu melambaikan dan aku pun membalasnya.

Dengan kemantapan hati aku menikmati perjalanan malam kala itu. Perjalanan di tempuh dengan jarak waktu 8 jam,aku yang biasa hidup di daerah yang panas dan gersang kini aku berada di dataran yang tinggi. Dingin sangat menyengat,letaknya pun seperti naik gunung. Aku benar-benar seperti di tempatkan di wilayah yang terpencil.

Tetapi aku senang dengan udaranya yang sangat dingin dan banyak hijau daun di sepanjang jalan ku. Sampai lah ak di tujuan,aku di titipkan di rumah warga sementara. Untuk selebihnya aku berusaha sendiri untuk mencari tempat tinggal. Warga sini sangat baik hati,mereka menerima ku sebagai calon guru putra putri mereka.

Banyak warga yang menawari ku tempat tinggal,tetapi aku sementara tinggal di rumah pak RT. Aku menata sebagian baju ku dikamar kosong itu. Aku pun tinggal dengan pak RT dan bu RT serta anaknya. Aku langsung bisa menyesuaikan diriku,menempatkan diriku sebagaimana mestinya. Aku yang dulunya tinggal di kota jarang bersosialisasi dengan lingkungan.

Sekarang aku tinggal bertetangga dan saling bercengkrama. Hari pertama aku masuk sekolah aku menggunakan pakaian yang rapih layaknya orang kota yang masuk ke desa. Aku menghadap kepala sekolah dengan memberikan surat tugas,dilanjutkan dengan berkenalan dengan semua guru yang ada di sekolah. penampilan ku sangat mencolok make up ku pun tebal.

Aku PD karena aku yang paling cantik disekolah itu. Aku di tugaskan oleh bapak kepala sekolah sebagai wakil kelas 3. Aku pun menerima pekerjaan itu dengan senang hati. Masuk ke kelas dan berkenalan dengan anak-anak yang polos dan lugu.

Mereka senang dengan kedatangan ku disini. Untuk pertama kalinya aku bekerja mengabdi kepada negara. Seminggu sudah aku menjalani orientasi. Semua ruangan aku sudah hafal nama-nama guru yang ada juga sudah saling mengenal. Semua baik menerima aku sebagai teman barunya selama seminggu aku bertempat tinggal dengan pak RT.

Namun lama-lama aku merasa tidak nyaman tinggal bersama dengannya. Aku pun memutuskan untuk mencari tempat tinggal baru. Disini ada rumah kosong,itu khusus bagi tamu desa. Pak kepala Desa memberi aran agar aku tinggal disana. Supaya ada yang merawat rumah kosong itu,dengan senang hati aku pun bersedia.

Disini aku di bantu oleh mas Yusuf seorang tokoh pemuda desa ini. Dia yang mengantar aku ke rumah itu,dia juga yang membantu aku membersihkan rumah. Awalnya aku dikenalkan oleh pak Lurah,dan dia bersedia membantu aku. Kita masih sama-sama belum memiliki pasangan. Mas Yusuf sudah berumur tetapi belum menikah juga.

Aku sendiri sedikit tahu tentang dia karena kami sering bertemu dan ngobrol. Apalagi dia sudah membantu aku pindah membawa barang ku ke rumah baru. Stelah aku mendapat tempat baru dia juga sering main sekedar ngopi di rumah ku. Aku pun selalu menanggapinya. Banyak warga yang menyangka kita ada hubungan yan g serius.

Pak Lurah juga melihat mas Yusuf datang ke rumah baru,seakan-akan menjadi mak comblang,tetap lama-lama aku juga ada rasa sama mas yusuf. Perhatiannya kegantengannya membuat aku meleleh. Namun aku juga tidak kepedean,takut bertepuk sebelah tangan. Setelah kita lama kenal aku juga sudah 6 bulan tinggal di desa itu.

Kita saling mengenal dan memahami. Sudah saling menngerti kebiasaan kita masing-masing. Rasanya sudah pantas kalau kita menjalin hubungan yang serius. Suatu hari hujan lebat,aku pulang sekolah dijemput mas Yusuf. Kita sama-sama tidak membawa jas hujan,sampai rumah basah kuyup. Mas yusuf memutuskan untuk berteduh di rumah ku.

Petir menyambar dengan keras,membuat aku semakin takut di rumah. Sampai di rumah aku mandi dan merebus air hangat untuk mandi.

" mas mandi sekalian ya aku rebusin air hangat,nanti masuk angin soalnya habis kehujanan..."

" iya Len...."

Mas yusuf tampak kedinginan,aku membuatkan teh hangat untuknya. Aku mandi duluan pas mau nuangin air panas aku terkena percikan air panas,aku pun menjerit.

"aaaaaawwwwwwwwwwwwww........"

Mas Yusuf langsung kebelakang dan nyamperin aku. Aku malu karena aku hanya memakai handuk saja untuk menutupi buah dada dan kemaluan ku. Mas Yusuf juga terkejut melihat ku,dia langsung membasuh kakiku dengan air. Dia tampak berhenti melihat kaki ku yang mulus itu,aku tersipu malu.

" Len gak mau mandi bareng sama aku?"

' aahhhh mas Yusuf bisa aja Leni kan malu mas...."

" gak usah malu Leni...biasa aja..."

Mungkin saat itu banyak setan yang menghampiri kita berdua sehingga kita masuk ke dalam kamarsecara bersamaan. Aku lihat mas Yusuf membawa kursi di bawanya masuk ke kamar mandi.

" Buat apa mas?"

"udah jangan berisik,takut ada tetangga yang dengar kita sedang mandi berdua..."

Aku pun langsung terdiam,mas Yusuf memeluk ku dari belakang,handuk yang menutupi lepas,mas Yusuf masih saja mendekap ku dengan erat.

" Sudah lama aku memendam nafsu ku pada mu Len...."

" kamu bisa aja mas..."

" iya Len...setiap kali aku meliaht mu memakai daster penis ku selalu tegang apa lagi kulit mu yang mulus,kadang bra mu terlihat jelas dengan payudara yang montok...."

tersudah lama mas Yusuf mengincar ku.

Mas Yusuf membalikan badan ku,handuk sudah,payudara yang montok itu sudah terlihat jelas di hadapannya. Dia masih memeluk ku dengan erat,dan kemudian mengecup bibir ku secara perlahan,dingin berubah menjadi kehangatan. Aku pun membalas ciumannya dengan menggerakan bibir ku,aku duduk di kursi yang sudah di bawa mas Yusuf tadi.

Kita berciuman mesra,tangan mas Yusuf membelai leher sampai ke payudara ku. Nafas ku terengah-enggah merasakan belaian dan ciuman itu. Lalu mulai meremas payudara ku dengan keras. Aku mendesah,

"aaaaaaakkkhhhh mas....aaahhhh...."

Dia meminta ku untuk diam menahan kenikmantan itu. Dia kemudian jongkok di hadapan ku,pengait bra ku yang berukuran 38 B  itu lepas. Payudara menggantung dengan kencang,dia langsung menciumi payudara ku,putingnya dia jilati aku lemas kala itu.

"oooohhhhhh....aaaahhhh....nikmat mas.....aaakkkhhh...."

Setelah itu dia mengulum putting ku susuku dengan keras. Tangannya meremas dan bibirnya mengulum putting susu ku yang menegang. Dia terlihat gemas sekali melihat putting ku,dia tidak bisa membiarkan putting ku diam. Tangannya memutar-mutar putting ku sementara bibirnya mengulum putting susu ku satunya. Nikmat sekali sore itu,gairah ku mulai muncul secara perlahan.


Kemudain tangannya membelai memek ku.dia kembali jongkok. Memek ku yang masih perawan itu tepat di depan mata nya. Dia membuka celana dalam ku dan langsung melihat memek ku dengan sedikit bulu kemaluan. Kebetulan semalam aku habis mencukur bulu kemaluan ku karena lebat dan panjang,kini sedikit bulu-bulu itu di belai.

"aaasssshhh....aaaaahhhhh.....geli mass ahhhhh...."

Jemarinya membuka memek ku dari luar hingga ke dalam,dia belai hingga tubuh ku mengejan meraskan kenikmatan. Lalu dia membuka kaki ku dengan lebar,memek ku yang merekah itu terbuka lebar. Lidahnya menjilati bagian demi bagian,birahi ku semakin memuncak. Kemudia dia membelai dan mencoba memasukan jemarinya ke dalam memek ku.

"aaaaawwww....aaaahhhh....ahhhhhhhh....'

"Tahan ya Len,ini baru jari kalau nanti penis ku yang masuk lebih nikmat lagi Len...." sambil dia menunjukan penisnya yang tegak itu.

Jarinya berlahan masuk ke dalam lubang kenikmatan ini. Aku semakin tidak kuasa menahan kenikmatan yang dia buat. Dia memasukan jarinya keluar masuk ke dalam memek ku hingga aku mengeluarkan cairan banyak sekali,mungkin itu yang dinamakan masturbasi. Setelah aku megeluarkan cairan dia pun berdiri dan penisnya dia gesek-gesekan dengan memek ku.

"ooohhhhh mas....aaakhhhh....oohhhhh..."

Aku terus mendesah,kitapun duduk dilantai kamar mandi. Aku terpaksa berbaring dilantai yang dingin itu,mas Yusuf berada di atas ku. Wajahnya berhadapan dengan wajah ku,dadanya menempel di dadaku. Payudaraku mengganjal didadanya terasa geli menambah gairah kita berdua. Penisnya berusaha memasukan ke dalam lubang kemaluanku. Ujungnya berhasil masuk.

"aaaawwww......jleeeebbbbbb....ooohhhhh...aaaahhhhh...mas...sakit...ooowwww....aaahhhhh...."

Ujungnya masuk dan aku merasakan kesakitan yang lebih.Lalu dia menekan penisnya,sakit itu bertambah karena aku masih perawan. Susah sekali penis ku itu masuk ke dalam memek ku lama-lama seluruh batang penis mas Yusuf bisa masuk semua. Dia mengatakan ada sedikit darah yang keluar dari jalan lahir ku,itu pertanda aku sudah tidak perawan lagi.

"oooohhhhhh aaaaahhhhh....aaaaahhhhhh.....aaaawwwww.....aaaaahhhhhh..."

Setelah itu dia perlahan menekan penisnya masuk ke dalam. Gerakan itu keluar masuk membuat aku tidak tahan merasakan kenikmatan. Dia mengoyangkan pinggulnya secara otomatis penisnya berasa bergoyang di dalam memek ku.

"aaaahhhhh.....nikmat mas....aaaahhhh...ooohhhhh...."

Bibirnya mengulum putting susuku dengan keras,aku mendesah sangat keras. Pantat ku secara otomatis bergerak ke atas,sangat nikmat. Tekanan demi tekanan itu sangat tajam,penis yang besar itu bisa masuk ke dalam memek ku dan membuat kenikmatan yang tiada tandingnya. Tubuh ku terus menggeliat merasakan kenikmatan itu,mas Yusuf semakin bersemangat.

Keringatnya bercucuranmembasahi tubuhku. Aku memegang pinggulnya yang naik turun itu,gerakannya semakin cepat. Dia memeluk ku dengan erat dengan penis yang masih menancap di dalam kemaluanku.

"aaaaahhhh....mas...nikmat mas....aaakkkhhh....ooohhhhhh...."

Kemudian mas Yusuf mengerluarkan cairan dari penisnya,dia semprotkan ke payudara ku.

"cccrrrooootttttt.....crrrooooottttttt.....cccccrrrrrooooottttt......"

Dia merasa lega dan kembali memeluk ku,kran air dia nyalahkan. Dia bangun dan aku mandi bareng dengan mas Yusuf. Saling membersihkan badan ,saling memandang dengan tatapan sayang. Setelah itu kita mengeringkan badan,dan masuk ke kamar berdua selayaknya pasangan suami istri. Kita tidur di kamar berdua dan saling berpelukan telanjang hingga pagi menjelang.


www.abadicash.com                                                           www.pekanpoker.com



                                                 


Pacar ku dan selingkuhan ku merenggut keperawanan ku


Abadicash : Tamara cewek SMA yang masih polos melepas keperawanannya dengan melakukan sex threesome dengan pacar dan selingkuhannya. Sex threesome ini bisa terjadi karena ketika Tamara mesum dikamar kosan selingkuhannya dia tertangkap basah dengan pacarnya.

Usiaku 17 tahun sebentar lagi aku sudah lulus dari sekolah dan akan melanjutkan kuliah. Aku anak pertama dari dua bersaudara,adik ku masih duduk di bangku SMP,aku dan Sofie sangat berbeda jauh. Kalau aku mirip dengan papa ku berkulit putih dan berwajah cantik,kalau adik ku berkulit sawo matang sedikit agak manis. Kita seperti bukan bersaudara karena banyak perbedaan,aku memiliki tinggi 163 cm lumayan sehhh calon model.Aku suka foto dan berakting,cita-cita ku sebenarnya ingin menjadi artis. Tetapi orang tua selalu menolak jika aku ikut modeling,karena dunia seperti itu sangat lah kejam.

Di usia yang ke 17 ini banyak sekali pertumbuhan seperti payudara yang semakin membesar dan kencang. Badan yang semakin semok membuat aku mempesona. Dulu aku menstruasi pada usia 15 tahun,artinya aku adalah wanita yang subur. Aku mengalami masa pertumbuhan pada umumnya,aku juga mulai pandai berdandan.

Aku pernah membuka internet browsing tentang usia wanita subur,disitu dijelaskan seusiaku itu sudah bisa hamil jika dibuahi pada saat masa subur. Pada awalnya aku tidak mengerti apa kalimat itu tapi setelah banyak sekali keterangan dan gambar - gambar yang di tampilkan muncul,aku mengerti. Jadi seusia aku jika melakukan hubungan seks dengan lawan jenis bisa jadi hamil.

Di dalam pikiran aku ketakutan,padahal aku mempunyai seorang pacar. Tapi kita hanya sebatas pegangan tangan,ciuman saja tidak pernah. Jangan-jangan berciuman saja bisa membuat ku hamil,rasanya parno kalau sering baca google. Suatu hari aku cerita dengan pacarku Rehan,dia malah mentertawakan aku.

Dengan lantangnya dia mengatakan aku bodoh,aku pun marah lalu masuk ke dalam kelas,dia pun lalu nyamperin aku dan meminta maaf. Dia menjelaskan semua tentang pertanyaan ku dengan jelas,akupun semakin mengerti. Rehan pacar ku yangat sopan dia jarang sekali bertingkah macam-macam dengan ku,sehingga aku merasa aman bila dekat dengan dia.

Aku takut sekali jika aku hamil di luar nikah,makanya aku selalu hati-hati dalam berpacaran dengan seseorang. Untung saja pacar ku Rehan,coba kalau yang lain pasti sudah hilang keperawananku. Akan tetapi semuanya sirna sebelum aku lulus sekolah aku terjebak dalam pergaulan bebas. Rehan adalah siswa yang berprestasi dia ada acara olimpiade selama satu minggu.

Aku merasa kesepian di tinggal Rehan pergi,pulang sekolah aku selalu nongkrong di depan sekolah hingga sore hari. Aku sendirian di warung depan sambil nunggu videocall Rehan,tiba-tiba ada cowok datang mendekati aku namanya Alex. Alex dulu alumni sekolah ku,dengan pedenya dia mendekati aku.

"hay....sendirian aja...?"

"iya mas...tumben maen ke sekolah mas..."

"iya neh kebetulan saja pas lewat mampir ke sini.Apa kabar kamu Ra?"

"baik mas....hehehehehee.."

Aku ngobrol dengan dia lama sekali tidak terasa waktu sudah sore dan aku segera pulang.  Aku pun diantar oleh Alex sampai ke rumah. Aku bertukar no hp dengannya,kita banyak ngobrol di wa,kebetulan pas Rehan lagi sibuk dan ada cowok yang memperhatikan aku. Sifat ku sangat labil mudah terpengaruh oleh siapapun. Sebenarnya aku ini tipe orang yang susah deket dengan cowok tapi karena sekarang lagi kesepian jadi nyambung aja.

Biasanya setiap detik Rehan selalu menghubungi aku,beberapa hari in aku sering menghubungi mas Alex  sampai aku melupkan Rehan,menghubungi satu dua kali saja jika dia ada waktu. Mas Alex perhatian sama aku bahkan dia mau ngajak jalan aku. Pas deh momentnya aku lagi pengen jalan-jalan dan nonton bareng.

Besok Rehan pulang aku harus segera pergi dengan mas Alex hari ini,takut ketahuan kalau jalan sama cowok. Aku pun nekat pergi dengan mas Alex ,seru abis sepanjang perjalanan ada aja yang buat aku ketawa. Aku merasa nyaman berada disamping mas Alex. Tanpa sadar aku pegangan erat pas lagi di boncengin sudah seperti orang pacaran aja kita.

Kita nonton selama 1 jam kemudian seperti biasa kuliner sampai malam hari. Yang membuat aku bingung mas Alex besok ngajak aku pergi lagi,tetapi besok Rehan pulang. Aku mau nolak gimana caranya gak enak,sedangkan mas Alex gak tau kalau aku sudah punya cowok. Berbagai macam alasan aku cari agar mas Alex percaya dengan ku. Akhirnya dia mengajak ku pergi sore hari,paginya aku bisa ketemu Rehan.

Keesokan harinya aku menemui Rehan di rumahnya,waktu itu hari libur. Aku berdua kangen-kangenan dengannya sampai jam 12 siang. Aku pun pamit pulang karena sore ada janji dengan mas Alex. Untung saja mas Rehan percaya dengan alasan bohongku. Dore hari aku bersiap menemui mas Alex,aku di jemput dan jalan-jalan.

Tiba-tiba turun hujan aku di ajak berteduh di kost mas Alex,aku pun canggung masuk ke kamar cowok,dan aku duduk di dapan. Mas Alex memaksaku masuk karena petir menyambar. Dengan terpaksa aku masuk ke kamar dengan hati berdebar-debar. Hujan semakin deras,udara semakin dingin apalgi ac di dalam kamar membuat aku tidak betah.

"Mas matiin don AC nya....dingin neh...."

"Kamu kedinginan ya?sini aku peluk...." tutur mas Alex.

"ahhhhh mas Alex so sweet sekali..."

Mas Alex mendekati aku disofa dia memeluk ku dengan erat. Dia pun berkata kalau dia suka sama aku sejak kita masih satu sekolah. Aku pun tidak teringat Rehan sama sekali,rayuan mas Alex membuat ku serasa melayang. Memang aku ini mudah terpengaruh,aku terus di dekap mas Alex. Lalu dia melepaskan dekapan dan menatap wajahku.

"kamu cantik sekali..." tutur mas Alex.

Dia langsung mencium bibir ku,tangannya meraba leher ku dengan perlahan. Ciuman itu sangat hangat akupun mulai menggerakan bibirku. Membalas ciuman mas Alex,baru pertama kali aku berciuman. Kemudian mas Alex membelai rambutku yang panjang dan meminta untuk menjepit rambutku. Aku menuruti segala ucapannya,dia terus mengulum bibirku dengan kemesraan.

Tangannya semakin turun ke payudara ku,dia memegang dan aku terkejut. Namun ternyata rasanya nikmat sekali,dia berlahan membelai payudara ku. Kancing baju ku terbuka sampai aku hanya memakai bra saja. Payudara ku besar,bra ku aja besar dengan ukuran 36B,seusia ku payudara yang sangat montok. Dia kemudian membuka bra sehingga payudaraku menggantung tegang.

Jarinya memutar-mutar putting susuku dan aku merintih.

"aahhhhhh mas.....aaahhhhhhh...."

Nikmat sekali permainan ini,puting ku berwarna coklat agak merah itu menegang,aku pun ditidurkan di ranjang,putting susu ku di jilati mas Alex. Aku sangat lemas sekali.

"aaaahhhhhh.....aaaaahhhhhh....aaaaahhhhhhh...." sambil menggerakan kepala ku.

Payudara kiri dan kanan dinikmatinya secara bergantian dengan lembut. Aku menggeliat tubuh ku bergetar,setelah itu bibirnya turun ke bawah. Menciumin perut dan pusar ku,tangannya terampil membuka celana ku. Kini aku telanjang bulat di hadapan mas Alex,aku merasa sangat malu,memek ku yang masih polos dengan sedikit rambut jembut di kemaluan ku membuat mas Alex semakin horny.

"aaaaahhhh.....ohhhhhhh masss....aaaahhhhhkkkkkk....."

Desahan itu keras sekali,mas Alex memintaku untuk diam,karen takut kamar lain mendengar.Aku terus merasakan kenikmatan itu,mata ku terpejam. Pas lagi klimaknya ada orang yang membuka pintu kamar,kita berdua langsung menutupi tubuh tetapi tidak bisa. Kita berdua telanjang bulat,ternyata Rehan pacarku  tau kalau aku sedang selingkuh.

Aku meras ketakutan melihat Rehan dengan muka memerah,

"ooooohhhhh ini Ra balasan kamu? tega kamu Ra!!!"

Aku tidak sadar berjalan mendekati Rehan dengan tubuh telanjang. Aku meminta maaf dengannya sambil aku membelai wajahnya. Rehan menatap ku dengan tajam namun lama-lama dia luluh juga. Dia horny melihat ku tanpa busana. Rehan pun mendekati aku,sementara itu mas Alex diam saja. Mereka berdua menikmati tubuh ku,mas Alex melanjutkan dengan mengulum memek ku.

Dedangkan Rehan mencium bibir ku dengan berlahan. Rehan lebih nikmat ciumannya membuat aku basah. Memek ku mengeluarkan cairan yang sangat banyak,mas Alex sepertinya membuat aku semakin bergairah. Rehan berada di sisi kananku,dia langsung saja menciumi payudara ku. Putting susu ku di maeni dengan lidahnya,atas bawah membuat aku basah.

Sungguh nikmat sekali,perawan ku hilang dengan dua pria sekaligus. Mereka juga tidak saling berebut bahkan mereka saling berbagi. Ma Alex masih di posisi yang sama yaitu menikmati memek ku,perlahan dia masukan.

"aaaawwwww....aaahhhkkkkhhh....sakit mas.....aaaahhhhhhh..."

Rehan pun menghilangkan rasa sakit dengan mengulum putting susuku susu ku lebih nikmat. Sesekali dia menarik putting ku.

"aaahhhh....sayang.....nikmat aaahhhh...oooohhhhh...."

Memek ku sudah bersiap menirima penis mas Alex. Perlahan akhirnya masuk juga dan hilang sudah perawan ku. Mas Alex menekan penisnya keluar masuk,Rehan pun berubah posisi. Dia mengangkang diatas ku dia menodorkan penisnya yang memanjang itu ke arah mulut ku. Dia meminta aku untuk mengulum penisnya yang besar itu.

Aku memegang penisnya dan berusaha memasukannya ke dalam mulut ku,Rehan pun senang ketika penisnya masuk ke dalam mulut ku.

"aaahhhh nikmat sayang aaaahhhh aaasssshhhh....aaaahhh"

Mas Alex masih asyik menekan penisnya keluar masuk ke dalam memek ku. Sungguh kenikmatan yang tiada duanya. Kedua pria itu membuat aku sangat nikmat dan tak akan terlupakan. Tak lama kemudian mas Alex mengeluarkan cairan sperma.

"crooooot....crotttttttttt...crottttttt..."

Dia semprotkan ke tubuh ku,mas Alex tampak puas. Dia juga membersihkan tubuh ku dengan tisu. Kita bertiga berubah posisi kembali,aku nungging,sedangkan Rehan berada di belakang ku,layaknya gaya doggie style. Mas Alex di depan ku penisnya masih saja memanjang. Aku mengulum penisnya mas Alex ,dan aku kocok penisnya.

Rehan berusaha memasukan penisnya dari belakang,perlahan dan masuk. Memek ku basah serasa becek mudah sekali di masukan penis mereka. Penis Rehan masuk ke dalam memek ku dia menekan keluar masuk. Pantat ku yang mulus itu dia tarik maju ke depan dan belakang. Rehan dan mas Alex benar-benar horni apalagi aku.

Aku senang sekali mengulum kedua penis pria itu,penis mas Alex lebih besar dari milik Rehan ,tetapi keduanya sama-sama mantap bagiku. Gaya nungging/doggie style membuat aku klimaks karena depan belakang di tusuk dengan kenikmatan. Gerakan maju mundur kena semua,maju mengulum penis mas Alex,mundur Rehan dengan lihaynya keluar masuk.

"aaaaaaaahhhhh.....aaaakkkhhhh....ooooooohhhhhhhhhh nikmat......" tutur Rehan.

Gerakan itu semakin cepat Rehan sambil memeluk ku dari belakang.Tangannnya memegang kedua payudaraku dia mainkan juga. Aku benar-benar sudah klimaks.cairan organisme ku menetes membasahi ranjang,

"ooooohhhhhh....aaaahhhhhh....nikmat aaaahhhhh......." desah mas Alex.

Setelah 15 menit dengan gaya doggie style keluar juga sperma mas Alex,aku telan cairan sperma itu.

"ccroootttt....ccccroooottttttt....cccrrroooooottttt...."

Banyak dan sangat kental sekali cairannya,bibir ku serasa lengket. Rehan pun belum juga mengeluarkan cairan dan akhirnya setelah beberapa waktu dia menyodok memek ku dengan liarnya.

"cccrrrroooootttttt...cccrrroooottttt....cccrrroooootttt...."

membasahi punggungku,rasanya badan ku penuh dengan sperma kedua pria itu. Kita bertiga lemas,aku pun langsung tidur di ranjang. Kita bertiga telanjang dan tertidur,aku berada di tengah dan mereka berdua saling memeluk ku. Seperti mimpi rasanya,sekaligus dua pria yang menyetubuhi aku. Pacar ku dan selingkuhan ku merenggut keperawanan ku secara bersamaan.


www.abadicash.com                                                                 www.pekanpoker.com



                                                         


Sunday, June 19, 2016

Thalia

Bola125 : Perpisahan sekolah sudah semakin dekat, aku dan teman teman berencana berlibur di pantai pangandaran, kami sudah menyewa penginapan yang mana dekat dengan bibir pantai kami semua berpasangan dengan pacarnya, kita sangat senang dan keliling bersama sama saat malam hari yang mempunyai pacar jalan jalan menyusuri suara ombak di pantai.Terlalu asyik ada sebagian mereka untuk kembali ke penginapan dan ada juga yang bercinta dengan pasangannya masing masing, pada malam ke dua teman temanku melanjutkan dengan mengelilingi di sekitar pantai, singkat cerita tinggallah aku dan Thalia di penginapan, aku tanya dia “kenapa kamu tidak ikut keluar”
Thalia menjawab “Kepalaku lagi pusing nih jadi agak malas untuk keluar. Karena aku sebagai teman kasihan melihat keadaan Thalia seperti itu jadi aku temenin dia di kamarnya, malam itu aku menonton tv kira kira pukul 7 malam karena Thalia gerah dia izin mau mandi , aku sih cuek saja mendengar perkataan itu aku masih asikk nonton tv nya.
Setelah 10 menitan Thalia memanggil aku unutk mengambilkan handuknya karena lupa tidak terbawa saat masuk ke kamar mandi, ya udah aku bantu dia katanya suruh bawa masuk handuknya dan tiak terkunci pintu kamar mandinya aku sedikit kaget mendengar perkataan tersebut, lalu aku masuk dengan mata sedikit tertutp takutnya entar dikira ngintip atau gimana.
Aku sungguh gugup dan hatiku berdebar dengan perlahan lahan tanganku yang kanan memberikan handuk kepada Thalia tangan kiriku menutup mataku,
“Ini handuknya Thalia taruh mana”kataku
“bawa sini soalnya tangaku tidak nyampe saya lagi di shower masuk saja gak apa apa kok “ kata Thalia , mendengar perkataan itu aku langsung masuk saja.
“saya taruh sini ya handuknya di tempat wastafel , karena jaraknya wastafel dan shower hanya tertutup oleh tirai tipis jadi seakan akan siluet tubuh Thalia terkihat jelas, sungguh kagetnya lagi saat meletakkan handuk tangan Thalia langsung menyentuh tanganku kemudian dia kelaur dari tirai tipisnya terlihat tubuh telanjang Thalia masih basah total.
Aku terpesona dengan payu daranya yang besar dan indah itu, kulitnya yang putih dan mulus tiba tiba penisku langsung tegang dan keras pemandangan indah pokoknya, tak lama kemudian tangan Thalia memegang tanganku menyuruh untuk memegang buah dadanya dan merasakan detak jantungnya.
Dia berkata “ooh, Wolf. Saya sudah tidak tahan lagi.
Usaplah payudaraku ini dan kita main yuk!”.
Sebagai cowok normal, saya pasti ereksi. Lalu pelan-pelan tangan kananku memeras payudaranya yang kanan.
“Yaa, itu Wolf. Nikmat sekali.
Teruskan Wolf!”. Sewaktu tanganku meremas pelan payudaranya, Tangan Thalia dengan ringan membuka kancing-kancing bajuku.
Setelah kancing bajuku terlepas semua, Bibirnya yang ranum dan merah merekah itu pelan-pelan mencium dan menjilati dadaku.
Lidahnya yang panjang itu terasa nikmat sekali di dadaku. Lalu dia kubalas dengan tangan kananku yang kuarahkan ke pantatnya yang besar dan bersih dan tangan kiriku memeluknya yang diteruskan dengan ciuman saya yang hot di bibirnya itu.
Dia mengerang dan menikmatinya, beberapa detik kemudian tangannya membuka retseleting celanaku dan kemudian memelorotinya. Begitu celana dalamku dibuka, penisku yang sudah ereksi dari tadi langsung meloncat keluar.
Melihat penisku yang sudah membesar dan memanjang, dia langsung membungkukkan badannya dan mulutnya itu dengan pelan mengulum penisku.Terasa nikmat sekali “Aah.., Thalia.., enak.., terusin!”. Lidahnya itu dengan leluasa menjilati permukaan penisku dan puncaknya, lidahnya diarahkan ke pucuk penisku.
Setelah berselang beberapa detik, giginya itu langsung menggigit penisku dan langsung mengocoknya. Setelah setengah jam kita melakukan foreplay di kamar mandi, ternyata dia masih belum puas juga.
“Wolf, yuk kita lanjutin di tempat tidur! saya pengin lebih hot lagi”.
Dengan perlahan, saya angkat dia dalam keadaan sama-sama telanjang bulat. Setelah sampai di pinggir tempat tidur, perlahan-lahan saya taruh badannya di atas tempat tidur. Masih dalam keadaan membungkuk, saya ciumi bibirnya dan saya jilat payudaranya yang makin membesar itu.
“Oyaa, terusin Wolf, terusin”, Mendengar omongannya saya jadi semakin buas menikmati tubuhnya. Saya rebahkan badannya menjadi dalam keadaan telentang, susunya yang membesar terlihat bagai Gunung Bromo yang menjulang tinggi.
Payudaranya itu langsung saya serbu dengan jilatan lidahku. Setelah itu, mulutku diarahkan ke arah selangkangannya. Terlihat bulu vaginanya lebat bak hutan perawan yang masih belum terjamah.
Dengan asyik, tanganku mengobrak-abrik bulu vaginanya dan terlihatlah dinding daging tipis alias vaginanya. Langsung saya jilati vaginanya dengan buas dan Thalia langsung menjerit kenikmatan sambil mengerang dan berkata
“Terusin Wolf, terusin”. Masukin lidahmu itu ke ‘dompet’ku”.
Anehnya vaginanya yang rata-rata orang bilang vagina cewek itu biasanya kebanyakan bau tak sedap, tapi vagina Thalia terasa harum dan nikmat. Baunya yang justru harum itu membuat saya makin terangsang lagi untuk lebih lama menikmati vaginanya.
Sambil menciumi vaginanya, kedua tanganku juga meraba kedua belah payudaranya, Thalia hanya mengerang lagi dan memegang kedua tanganku dengan erat. Setelah setengah jam saya terus begitu, akhirnya Thalia minta posisinya diganti ke atas.Saya turuti dech, masa saya terus yang gerilya? Saya langsung pindah jadi di bawah dan Thalia di atas. Sebelum mulai aksinya, Thalia pertama-tama meremas sendiri kedua payudaranya dan mimik wajahnya itu yang membuatku tambah syuur.
Sehabis meremas-remas sendiri kedua payudaranya, dia langsung memulai aksinya dengan mencium dan menjilati bibirku seraya tangannya meremas-remas dadaku yang agak bidang dan meraba-raba puting susuku.Bibirnya benar-benar fantastik, terasa nikmat dan pokoknya tidak bisa saya uraikan dengan kata-kata. Puas dengan menciumi dan menjilati bibirku, perhatiannya mengarah pelan-pelan ke bawah.
Pertama-tama dia menciumi dan menjilati leherku dan kadang-kadang menggigit leherku, serasa benar-benar nikmat.
Sambil menikmati leherku, tangan kanannya berpindah posisi menjadi di penisku. Dengan enaknya dia mengocok penisku, ke atas.., ke bawah.., ke atas.. Dan seterusnya. Kocokannya benar-benar membuat mataku merem melek.Kemudian setelah menciumi, menjilati dan menggigit leherku, matanya tertuju ke dadaku. Lidahnya langsung menjilati puting susuku.
Tapi dia cuma sebentar menjilati puting susuku, perhatiannya langsung tertuju ke penisku yang sudah besar dari tadi.
Bibirnya langsung menjilat penisku, terasa nikmat sekali. Lidahnya itu yang membuatku puas sekali, dengan pelan-pelan lidahnya mnjilati penisku sambil tangannya yang kecil itu terus mengocoknya.
“Aach Thalia.., Nikmat sekali Ohh”, Selang beberapa menit kemudian, sewaktu dia masih mengocok penisku.
Terasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari penisku dan serasa hendak meletus keluar. saya bilangin ke Thalia,
“Awas, saya mau keluar. Tahan dulu kocokanmu
Jangan sampai spermaku keluar saya masih pengin nerusin!!”,Tapi dengan cuek dia malah bertambah giat dan keras mengocok penisku sambil lidahnya menjilati pucuk penisku. Beberapa menit kemudian keluarlah cairan kenikmatan yang berwarna putih yang disebut sperma.
Dan spermaku mengenai mulutnya dan ada sebagian yang sengaja dijilat dan ditelan Thalia. Terasa nikmat sekali!, Thalia terus menjilati sisa-sisa sperma yang keluar dari penisku. Sementara Thalia masih sibuk dengan penisku, aku istirahat sejenak dalam kenikmatan yang tiada taranya.
Sewaktu saya masih istirahat, terasa Thalia masih sibuk dengan penisku. Karena saya kasihan Thalia belum mencapai orgasme, Langsung saja saya bangun dan meneruskan aksi. Saya suruh Thalia pindah posisi jadi di bawah, langsung dia turuti.
Sejenak sebelum memasukkan penisku, saya kocok sebentar penisku agar membesar dan Thalia membantuku dengan ikut mengocoknya. Selang beberapa detik kemudian penisku langsung berdiri lagi dan langsung saya masukkan ke vaginanya.
Thalia langsung teriak dan mengerang kenikmatan, “Aacchh”. Tetapi terasa posisiku kurang nikmat, saya cabut lagi penisku dan saya taruh bantal di atas pantat Thalia supaya penisku terasa nikmat masuk divaginanya.
Begitu saya masukin penisku dalam-dalam, terasa vaginanya hangat dan sudah penuh cairan yang membuat penetrasi penisku terasa nikmat dan licin. Ini pertanda Thalia sudah mengalami orgasme sebelum saya masukin penisku.
Penisku, aku tarik pelan-pelan, masukin lagi pelan-pelan dan demikian seterusnya. Thalia lagi-lagi berteriak kecil dan mengerang. Saya biarin Thalia berteriak dan mengerang, saya terusin aksiku dengan membuat variasi seperti menggoyang pinggulku.
Selang 45 menit saya meneruskan aksiku, Thalia pelan-pelan berbisik “Wolf, saya sudah tidak kuat lagi.., saya sudah pengin keluar.., Cairan spermaku sudah mau keluar!”.
Ternyata benar juga, beberapa detik kemudian di penisku terasa ada banyak cairan yang menyelimuti. Saya biarkan penisku di dalam vagina Thalia selama beberapa menit selama Thalia orgasme. Sebab saya baca, cewek senang kalau sewaktu dia orgasme, penis cowoknya berada dalam-dalam di vaginanya,Dan benar juga kata buku, Thalia terlihat sangat puas. Begitu dia selesai orgasme, beberapa menit kemudian selama penisku masih di dalam, terasa spermaku masih mau keluar. Buru-buru saya cabut penisku dari vagina Thalia dan Thalia langsung menyambutnya dengan kuluman yang hebat sekali.
Sekali lagi spermaku langsung tumpah ke arah muka Thalia, sekeliling bibirnya langsung dipenuhi dengan spermaku yang ternyata banyak sekali. Sebagian cairan putih itu masuk ke mulutnya dan sebagian ada yang tumpah ke payudaranya dan ke sprei.
Thalia memintaku untuk menjilat spermaku yang tumpah ke payudaranya dan saya turuti. Lidahku menyapu sisa-sisa spermaku di payudaranya dan Thalia terlihat benar-benar menikmatinya. Setelah puas, saya dan dia langsung lemas dan langsung tidur sambil dalam keadaan polos sampai pagi (tanpa berselimut).
Pagi-paginya dia sudah bangun dan nonton TV masih dalam keadaan telanjang. Langsung tubuhnya yang indah itu saya tutupi dengan jaketku supaya tidak masuk angin, dia menolak seraya berbisik,“Wolf, lue hebaat sekali tadi malam. Baru lu cowok yang bisa muasin saya. cowok yang lain yang pernah nidurin saya terasa hambar. saya pengin lagi Wolf. saya pengin pagi dan malam selanjutnya kita terus bertelanjang bugil dan main terus.
Kita cek out saja dari penginapan ini. Kita bilang ke anak-anak kalau kita ada urusan lain dan harus cepat pulang ke Bandung.
Terus kita cek in ke hotel lain”.
Ternyata saya lebih gila daripada dia, saya terima saja. Beberapa jam kemudian teman-temanku datang, saya langsung pamit mau pulang sama Thalia.
Mereka percaya saja. Langsung deh kita cabut dan cek in di penginapan yang jauh dari mereka. Dan pengalaman itu diteruskan di hotel yang baru, siang malam saya dan Thalia mengadakan pesta seks tanpa istirahat.
Kecuali buat makan, dan minum. Setiap kali sehabis bersetubuh, saya dan Thalia merasakan kenikmatan yang tiada tara.
Posted by : www.abadicash.com                                                                www.pekanpoker.com






Bercinta Dengan Teman Papi Ku

Bola125 : Hai para pembaca cerita dewasa perkenalkan namaku Bica aku wanita umur 28 tahun kata orang tubuhku proposional dari tinggiku 169 cm dan berat badanku 56 kg ukuran payudaraku 36B didukung dengan wajah cantikku berkulit putih, memang aku dulu sering jadi SPG dalam acara pameran mobil jadi bisa dibayangkan secara singkat tentang diskripsiku.
Aku sudah mempunyai suami namanya Roni umurnya lebih tua dari aku 2 tahun, sementara ditahun ini kami memang sepakat untuk menunda momongan dulu, kalau masalah seks kehidupan kami baik baik saja, Suamiku bisa dibilang Hypersex malah bisa jadi dalam sehari minta jatah 3 kali.Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Roni bekerja di kantornya dan mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan itulah yang membuat kami sering bertengkar karena kadang Roni harus berangkat lebih pagi dan lewat tengah malam baru pulang.
Dan mulailah cerita ini ketika Roni mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya Faiz dari luar kota. Pertama diperkenalkan Faiz langsung seperti terkesima dan sering menatapku, hal itu membuatku risih.
Faiz cukup tampan gagah dan kekar. Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Roni memutuskan agar Faiz tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami.
Faiz tidur di kamar persis di seberang kamar kami. Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Roni datang bisa langsung bercinta.
Pernah suatu saat ketika pagi hari kami aku dan Roni bercinta di dapur waktu masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Roni dari depan, tiba-tiba Faiz muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Roni yang membelakangi Faiz dan aku juga tidak tega menghentikan Roni.
Akhirnya ku biarkan Faiz melihat kami bercinta tanpa Roni sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku tahu Faiz melihat tubuh telanjangku ketika Roni melepaskan penisnya dan terjongkok di bawah meja.
Setelah kejadian itu Faiz lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku. Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Roni benar2 sibuk sehingga hampir seminggu tidak menyentuhku. Di hari Jum’at kantor tempat Roni bekerja mengadakan pesta dinner bersama di rumah atasan Roni.
Rumahnya terdiri dari dua lantai yang sangat mewah di lantai 2 ada semacam galeri barang2 antik. Kami datang bertiga dan malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun malam warna merah yang terbuka di bagian belakang dan hanya dikaitkan di belakang leher oleh kaitan kecil sehingga tidak memungkinkan memakai BH.
Bagian bawahpun terdapat sobekan panjang hingga sejengkal di atas lutut, malam itu saya merasa sangat seksi dan Faiz pun sempat terpana melihatku keluar dari kamar. Sebelum berangkat aku dan Roni sempat bercinta di kamar dan tanpa sepengetahuan kami ternya Faiz mengintip lewat pintu yang memang kami ceroboh tidak tertutup sehingga menyisakan celah yang cukup untu melihat kami dari pantulan cermin, sayangnya karena letih atau terburu-buru mau pergi Roni orgasme terlebih dahulu dan aku dibiarkannya tertahan.
Dan Faiz mengetahui hal itu. Malam itu ketika acara sangat ramai tiba-tiba Roni dipanggil oleh atasannya untuk diperkenalkan oleh customer. Roni berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai 2 ternyata keadaan cukup sepi hanya 2-3 orang yang melihat-lihat di ruangan yang besar itu.
Aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar di pojokan ruangan, tanpa takut aku melihat ke sana dan mengaguminya juga sekaligus mengagumi keseksian tubuhku di depan cermin, tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Faiz .
“Udah nanti kacanya pecah lho..cakep deh..!”, canda Faiz
“Ah bisa aja kamu BFaiz”,balasku tersipu.
Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Faiz meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.
“Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi”,katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut.Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar aku terlihat lebih seksi.
Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Faiz meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Faiz telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku lemas dan masih dengan memegang gelas Faiz yang telah menyudutkanku di dinding dan menciumi leherku dari depan.
“Faiz apa yang kamu lakukan..lepaskan aku Faiz..lepas..!”,rontaku tapi Faiz tahu aku tidak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang.
Faiz terus menyerangku dengan kedua tanganku memegang gelas dia bebas meraba buah dadaku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairahku meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Faiz mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke selangkanganku.
“Faizz..hentikan Faiz aku mohon..tolong Faiz..jangan lakukan itu..”,rintihku, tapi Faiz terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir vaginaku yang ternyata telah basah karena serangan itu.Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku terpekik pelan apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku.
Ketika Faiz sudah semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Roni memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan himpitan Faiz terlepas, lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Roni yang tidak melihat kami dan meninggalkan Faiz dengan G-string hitamku.
Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi merasakan tantangan melakukan di tempat umum walau dalam kategori diperkosa.
Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Roni mengatakan dia harus melakukan meeting dengan customer dan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Faiz.Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Faiz, diperjalanan dia hanya mengakatakan
“Maaf Bica..kamu sungguh cantik malam ini.” Sepanjang jalan kami tidak berbicara apaun. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan malu mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan gairah.
Tanpa sadar ternyata Faiz telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya’,“Bica aku ingin mengembalikan ini”‘ katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, cerpensex.com dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Faiz telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya.
Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku.
Aku meronta-ronta sambil menendang-nendang?
”Faizz..lepaskan aku Faiz..ingat kau teman suamiku Faiz..jangan..ahh..aku mohon”, erangku ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Faiz terus menekan hingga aku berteriak saat penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.
“Ahhhh?Faizz..kau..:’ Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku, akhirnya aku hanya menutup mata dan menangis pelan..clok..clok..clok..aku mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam vaginaku yang sudah sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak.
Lama sekali dia memompaku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang
“Ahhh?..” ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami perkosaan yang aku nikmati.
Sepuluh menit kemudian Faiz mempercepat pompaannya lalu terdengar suara Faiz di telingaku “Ahhh..hmmfff?” aku merasakan vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh deti kemudian Faiz terkulai di atasku.“Maaf Bica aku tak kuasa menahan nafsuku..”bisiknya pelan lalu berdiri dan meninggalkanku terbaring dan menerawang. hinga tertidur Aku tak tahu jam berapa Roni pulang hingga pagi harinya. Esok paginya di hari sabtu seperti biasa aku berenang di kolam renang belakang Roni dan Faiz berpamitan untuk nerangkat ke kantor.
Karena tak ada seorang pun aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Saat asiknya berenang tanpa disadari, Faiz ternyata beralasan tidak enak badan dan kembali pulang, karena Roni sangat mempercayainya maka dia izinkan Faiz pulang sendiri.
Faiz masuk dengan kunci milik Roni dan melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku sadari kedatangannya,
“Faizz..kenapa kau ada di sini?” tanyaku,
“Tenang Bica suaimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya”, aku melihat tubuhnya yang kekar dan penisnya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam
“Pantas sajaku semalam vaginaku terasa penuh sekali”‘pikirku.
Aku buru-buru berenang menjauh tetai tidak berani keluar dr dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga. Saat aku bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda2 Faiz di dalam kolam.
Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan vaginaku hangat sekali, ternyata Faiz ada di bawah air dan sedang menjilati vaginaku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meronta.
Akhirnya aku hanya bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi vaginaku dan memasuki liang senggamaku..aku hanya menggigit bibir menahan gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama dia mengerjai vaginaku, nafasnya kuat sekali pikirku.
Detik berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan penisnya yang besar telah meneyruak menggantian lidahnya?....“Arrgghh..” erangku menahan nikmat yang sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh Roni. Akhirnya aku membiarkan dia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang.
Sekarang aku hanya memeluknya saja dan membiarkan dia menjilati buah dadaku sambil terus memasukan penisnya keluar masuk.
Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya menurutinya saja, gila aku mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, tapi ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang diperkosa oleh teman suamiku.
Dan di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..”Kau sangat cantik dan seksi Bica..ahh” bisiknya ditelingaku.
Aku hanya memejamkan mata berpura-pura tidak menikmatinya, padahal kalau aku jujur aku sangat ingin memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Hanya suara eranggannya dan suara penisnya maju mundur di dalam vaginaku, clok..clok..clep..dia tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya.
Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali eranganku
“Ahhh..” aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras pinggiran kolam,
“Nikmati sayang?”demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme. Sebentar kemudian Faiz lah yang berteriak panjang,
“Kau hebat Bica..aku cinta kau..AAHHH..HHH” dan aku merasakan semburan kuat di dalam vaginaku.
Gila hebat sekali dia bisa membuatku menikmatinya pikirku. Setelah dia mencabut penisnya yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau karena dia mencabut penisnya dari vaginaku yang masih lapar.
Setelah Roni pulang herannya aku tidak menceritakan kejadian malam lalu dan pagi tadi, aku berharap Roni dapat memberikan kepuasan padaku.
Dengan hanya menggenakan kimono dengan tali depan aku dekati Roni yang masih asik di depan komputernya di dalam kamar, lalu aku buka tali kimonoku dan kugesekan buah dadaku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berharap da berbalik dan menyerangku.
Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya “Bica..apakah kamu tak bisa melihat kalau aku sedang sibuk?
Jangan kau ganggu aku dulu..ini untuk masa depan kita” teriaknya keras.
Aku yakin Faiz juga mendengar teriakannya. Aku terkejut dan menangis, lalu aku keluar kamar dengan membanting pintu, lalu aku pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan menahan nafsu.
Dari kolam aku bisa melihat bayangan di Roni di depan komputer dan lampu di kamar Faiz. Tampak samar-samar Faiz keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Karena di luar gelap tak mungkin dia melihatku.
Tanpa sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatikan Faiz mengeringkan tubuh. Gila kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku adalah penisnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku.
Aku malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali penis itu masuk ke dalam vaginaku yang memang masih haus.
Perlahan aku membelai-belai vaginaku hingga terasa basah, akhirnya aku memutuskan untuk memintanya pada Faiz, dengan hati yang berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupi kesadaran, aku nekat masuk ke dalam kamar Faiz dan langsung mengunci pintu dari dalam.
Faiz sangat terkejut “Tyas..apa yang kamu lakukan?”, aku hanya menempelkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat agar tidak bersuara karena Roni ada di kamar seberang.
Langsung aku membuka pakaian tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benagpun di hadapannya, Faiz hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku. Faiz tersenyum sambil memperlihatkan penisnya yang semakin membesar dan tampak berotot.
Dengan segera aku langsung berlutut di hadapannya dan mengulum penisnya, Faiz yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya mendesah perlahan merasakan penisnya aku kulum dan hisap dengan nafsuku yang sudah memuncak.
Sambil mulutku tetap di dalam penisnya aku perlahan naik ke atas tempat tidur dan menempatkan vaginaku di mulut Faiz yang sudah terbaring, dia mengerti maksudku dan langsung saja lidahnya melahap vaginaku yang sudah sangat basah, cukup lama kami dalam posisi itu, terinat akan Roni yang bisa saja tiba-tiba datang aku langsung mengambil inisiatif untuk merubah posisi dan perlahan duduk di atas penisnya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang.
Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang vaginaku, rasanya berbeda dengan saat aku diperkosanya, perlahan tapi pasti aku merasaskan suatu sensasi yang amat besar sampai akhirnya keseluruhan batang penis Faiz masuk ke dalam vaginaku
“Ahh..sssfff..Braaam!” erangku perlahan menahan suara gairahku agar tidak terdengar, aku merasakan seluruh penisnya memenuhi vaginaku dan menyentuh rahimku.
Sungguh suatu sensasi yang tak terbayangkan, dan sensasi itu semakin bertambah saat aku mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Faiz dengan puasnya terus memainkan kedua buah dadaku memuntir-muntir putingku hingga berwarna kemerahan dan keras
“ahh..ahh..” demikian erangan kami perlahan mengiringi suara penisnya yan keluar masuk vaginaku clok..clok..clok? Tak tahan dengan nafsunya mendadak Faiz duduk dan mengulum buah dadaku dengan rakusnya bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi.
Aku sungguh tak dapat menahan gairah yang selama ini terpendam. Mungkin karena nafsu yang sudah sangat tertahan atau takut Roni mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gairahku yang pertama sambil mendekap erat Faiz dan menggigit pundaknya agar tidak bersuara.Kudekap erta Faiz seakan tak dapat dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku. Faiz merasakan penisnya disiram cairan hangat dan tahu bahwa aku mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya sangat erat sambil memelukku dengan belaian hangatnya.
Selesai aku orgasme sekiat 30 detik, Faiz membalikan aku dengan penisnya masih tertancap di dalam vaginaku. Faiz mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku perlahan, entah mengapa aku kembali bernafsu dan membalas ciumannya denga mesra, lidah kami saling berpagutan dan Faiz merasakan penisnya kembali dapat keluar masuk dengan mudah karena vaginaku sudah kembali basah dan siap menerima serangan berikutnya.
Dan Faiz langsung memompa penisnya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku bergoyang dan buah dadaku bergerak naik turun dan sungguh suara yang timbul antara erangan kami berdua yang tertahan derit tempat tidur dan suara penisnya keluar masuk di vaginaku kembali membakar gairahku dan aku bergerak menaik turunkan pantatku untuk mengimbangi Faiz.
Dan benar saja 10 menit kemudian aku sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras pantatnya hingga penisnya menyentuh rahimku. Kupeluk Faiz dengan erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku.
Kugigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Faiz dengan menaik turunkan pantatku.
Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik berikutnya pintu kamar Faiz diketuk Roni, “Faizz..kau sudah tidur?”, demikian ketuk Roni.
Langsung saja Faiz melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyi di kamar mandi. Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar.
Sungguh hatiku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku. Faiz dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Roni masuk, Roni sempat terkejut melihat Faiz telanjang,
”Sedang apa kamu Faiz” tanpa curiga dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada cairan kenikmatanku.
Faiz hanya tersenyum dan mengatakan,”Mau tau aja..”
Dasar Roni dia langsung membicarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat pembicaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berbicara dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku sungguh semakin menjadi-jadi.
Setelah Roni keluar, Faiz kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,”Bica buka pintunya..sudah aman”.
Begitu aku buka pintunya Faiz langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless penisnya kembali memenuhi vaginaku.
“Ahhh..ahh..” erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Faiz melahap buah dadaku dan putingku.
Sepuluh menit berlalu dan goyang Faiz semakin cepat sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama
“Faizz lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar..” desahku
“Tahan sayang kita bersamaan keluarnya”, dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras dalam vaginaku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu bersamaan.
“Faizzz..,” desahku tertahan.
“Ahhh Bica..kau hebat..” demikian katanya.
Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul.
“Terima kasih Faiz..kau hebat..” kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Roni tidak curiga sama sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena aku tahu ada bekas ciuman Faiz di sekujur buah dadaku.
Malam itu aku merasa sangat bersalah pada Roni tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur dengan nyenyaknya. Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Roni berenang di pagi hari tetapi mengingat adanya Faiz.
Kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya memutuskan memakai pakaian renag, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi buah dadaku yang masih memar karena gigitan Faiz. Saat kami berenang aku menyadari bahwa Faiz sedang menatap kami dari kamarnya.
Dan saat Roni sedang asyik berenang kulihat Faiz memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut dia menunjukan penisnya yang sudah mengacung besar dan tegang. Seperti di hipnotis aku nekat berjalan ke dalam.
”Ron aku mau ke dalam ambil makanan ya..!” kataku pada Roni, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Roni memang sangat hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti.
Aku dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Faiz. Di sana Faiz sudah menunggu dan tak sabar dia melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya.
“Gila kamu Faiz..bisa ketahuan Roni lho,” protesku tanpa perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar dia menciumi punggungku sambil meremas buah dadaku
“Tapi kamu menikmatinya khan?!,” goda Faiz sambil mencium leher belakangku.
Dan aku hanya mendesah menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Faiz menarikku ke jendela dan masih dari belakang dia meremas-remas buah dadaku dan meciumi punggung hingga pantatku,
“Gila kau Faiz, Roni bisa melihat kita,” tapi anehnya aku tidak berontak sama sekali dan memperhatikan Roni yang benar-benar sangat menikamti renangnya.
Di kamar Faiz pun aku sangat menikmati sentuhan Faiz.
“Bica kamu suka ini khan?” tanyanya sambil dengan keras menusukan penisnya ke dalam vaginaku dari belakang.
“AHH..Faiz..” teriakku kaget dan nikmat, sekarang aku berani bersuara lebih kencang karena tahu Roni tidak akan mendengarnya.
Langsung saja Faiz memaju mundurkan penisnya di vaginaku.
”Ahh.. Faiz lebih kencang..fuck me Faiz..puaskan aku Faiz..penismu sungguh luar biasa..Faiz aku sayang kamu..” teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Roni.
Faiz mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga vaginaku terasa lebih dalam lagi tersentuh penisnya dengan posisi ini,
”Bicaa..khhaau hhebat..” desahnya sambil terus menekanku, kalau saja Roni melihat sejenak ke kamar Faiz maka dia akn sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan kerjanya.
Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan
“Teruuus Faiz lebih khheeenncang..ahhhh aku keluar Faizzz”, teriaku.
“Aaakuu juga Bicaa..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh.” teriaknya bersamaan dengan puncak kenikmatan yang datang bersamaan.
Setelah itu aku langsung mencium bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama Roni yang tidak menyadari kejadian itu.
Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercinta bersama Faiz.Pernah suatu saat ketika akhirnya Roni mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak mengenakan pakaian apapun.
Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Faiz sudah di belakangku dan langsung menubruku dari belakang.
Penisnya langsung menusuk vaginaku yang membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku,
“Faizz kamu nakal” desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Faiz kudapatkan gairah terpendamku selama ini.
Akhirnya ketika proyek kantor Roni selesai Faiz harus pergi dari rumah kami dan malam sebelum pergi aku dan Faiz menyempatkan bercinta kembali

Posted by : www.abadicash.com                                                                     www.pekanpoker.com