Showing posts with label bandar bola online. Show all posts
Showing posts with label bandar bola online. Show all posts

Monday, August 14, 2017

PNS Melepaskan Perawannya Di Desa Saat Tugas


Abadicash : Leni PNS muda yang berparas cantik rela melepas keperawanannyadengan seoarng pria desa. Walaupun pria desa usianya sangat jauh diatasnya tetapi kebaikan serta paras wajahnya yang ganteng membuat hati Leni luluh dan rela melepas keperawanannya.

Aku lulusan D3 guru dan rencana akan mengajar disekolah dasar. Aku memiliki tinggi badan 158 cm dan berat badan ku 48 kg. Usia ku 23 tahun dan aku masih perawan. Aku mahasiswa yang berprestasi dengan IP yang tinggi. Setelah aku wisuda banyak sekali yang menawariku mengajar di sekolah. Aku masih sibuk mencari sekolah yang sekiranya cocok dengan ku.

Dekat dengan rumah tidak terlalu jauh dan tidak menyewa kost. Ada di dekat rumah tetapi gaji kurang memadai,aku masih selektif memilih tempat untuk bekerja. Orang tua ku juga tidak memaksa aku untuk langsung bekerja,mereka menyarankan ku untuk kuliah lagi,akan tetapi aku enggan aku ingin sgera bekerja mengajar sebagai guru,ini memang cita-cita ku sejak kecil akhirnya terwujud juga.

Aku pun iseng ikut tes CPNS dibuka untuk umum,belum lama satu bulan sudah ada pengumuman,aku pun masuk dan di terima sebagai PNS. Namun kenyataannya yang membuat aku sedih yaitu harus di tempatkan disekolah yang jauh dari rumah,di desa yang jauh sekali,dengan terpaksa aku harus berpisah dengan orang tua.

Sebagai pengabdian aku pun rela untuk mengajar di SD itu. Aku menjalaninya dengan tulus ikhlas dan orang tua ku juga merestui pekerjaanku. Setelah pra-jabatan dengan tingkatannya aku menjadi seorang PNS (Pegawai Negeri Sipil) aku harus berangkat yang sudah di tentukan oleh dinas. Orang tua ku melepas kepergian ku,mereka mengantar sampai dinas saja.

Karena aku di antar oleh bus dari dinas bersama-sama dengan teman yang lainnya. Air mata tumpah,ibu menangisi kepergianku. Aku mencoba tabah agar ibu tidak terlalu memikirkan ku padahal dalam hati ku aku juga berat meninggalkan mereka. Tepat jam 7 malam aku berangkat bersama rombongan. Ibu melambaikan dan aku pun membalasnya.

Dengan kemantapan hati aku menikmati perjalanan malam kala itu. Perjalanan di tempuh dengan jarak waktu 8 jam,aku yang biasa hidup di daerah yang panas dan gersang kini aku berada di dataran yang tinggi. Dingin sangat menyengat,letaknya pun seperti naik gunung. Aku benar-benar seperti di tempatkan di wilayah yang terpencil.

Tetapi aku senang dengan udaranya yang sangat dingin dan banyak hijau daun di sepanjang jalan ku. Sampai lah ak di tujuan,aku di titipkan di rumah warga sementara. Untuk selebihnya aku berusaha sendiri untuk mencari tempat tinggal. Warga sini sangat baik hati,mereka menerima ku sebagai calon guru putra putri mereka.

Banyak warga yang menawari ku tempat tinggal,tetapi aku sementara tinggal di rumah pak RT. Aku menata sebagian baju ku dikamar kosong itu. Aku pun tinggal dengan pak RT dan bu RT serta anaknya. Aku langsung bisa menyesuaikan diriku,menempatkan diriku sebagaimana mestinya. Aku yang dulunya tinggal di kota jarang bersosialisasi dengan lingkungan.

Sekarang aku tinggal bertetangga dan saling bercengkrama. Hari pertama aku masuk sekolah aku menggunakan pakaian yang rapih layaknya orang kota yang masuk ke desa. Aku menghadap kepala sekolah dengan memberikan surat tugas,dilanjutkan dengan berkenalan dengan semua guru yang ada di sekolah. penampilan ku sangat mencolok make up ku pun tebal.

Aku PD karena aku yang paling cantik disekolah itu. Aku di tugaskan oleh bapak kepala sekolah sebagai wakil kelas 3. Aku pun menerima pekerjaan itu dengan senang hati. Masuk ke kelas dan berkenalan dengan anak-anak yang polos dan lugu.

Mereka senang dengan kedatangan ku disini. Untuk pertama kalinya aku bekerja mengabdi kepada negara. Seminggu sudah aku menjalani orientasi. Semua ruangan aku sudah hafal nama-nama guru yang ada juga sudah saling mengenal. Semua baik menerima aku sebagai teman barunya selama seminggu aku bertempat tinggal dengan pak RT.

Namun lama-lama aku merasa tidak nyaman tinggal bersama dengannya. Aku pun memutuskan untuk mencari tempat tinggal baru. Disini ada rumah kosong,itu khusus bagi tamu desa. Pak kepala Desa memberi aran agar aku tinggal disana. Supaya ada yang merawat rumah kosong itu,dengan senang hati aku pun bersedia.

Disini aku di bantu oleh mas Yusuf seorang tokoh pemuda desa ini. Dia yang mengantar aku ke rumah itu,dia juga yang membantu aku membersihkan rumah. Awalnya aku dikenalkan oleh pak Lurah,dan dia bersedia membantu aku. Kita masih sama-sama belum memiliki pasangan. Mas Yusuf sudah berumur tetapi belum menikah juga.

Aku sendiri sedikit tahu tentang dia karena kami sering bertemu dan ngobrol. Apalagi dia sudah membantu aku pindah membawa barang ku ke rumah baru. Stelah aku mendapat tempat baru dia juga sering main sekedar ngopi di rumah ku. Aku pun selalu menanggapinya. Banyak warga yang menyangka kita ada hubungan yan g serius.

Pak Lurah juga melihat mas Yusuf datang ke rumah baru,seakan-akan menjadi mak comblang,tetap lama-lama aku juga ada rasa sama mas yusuf. Perhatiannya kegantengannya membuat aku meleleh. Namun aku juga tidak kepedean,takut bertepuk sebelah tangan. Setelah kita lama kenal aku juga sudah 6 bulan tinggal di desa itu.

Kita saling mengenal dan memahami. Sudah saling menngerti kebiasaan kita masing-masing. Rasanya sudah pantas kalau kita menjalin hubungan yang serius. Suatu hari hujan lebat,aku pulang sekolah dijemput mas Yusuf. Kita sama-sama tidak membawa jas hujan,sampai rumah basah kuyup. Mas yusuf memutuskan untuk berteduh di rumah ku.

Petir menyambar dengan keras,membuat aku semakin takut di rumah. Sampai di rumah aku mandi dan merebus air hangat untuk mandi.

" mas mandi sekalian ya aku rebusin air hangat,nanti masuk angin soalnya habis kehujanan..."

" iya Len...."

Mas yusuf tampak kedinginan,aku membuatkan teh hangat untuknya. Aku mandi duluan pas mau nuangin air panas aku terkena percikan air panas,aku pun menjerit.

"aaaaaawwwwwwwwwwwwww........"

Mas Yusuf langsung kebelakang dan nyamperin aku. Aku malu karena aku hanya memakai handuk saja untuk menutupi buah dada dan kemaluan ku. Mas Yusuf juga terkejut melihat ku,dia langsung membasuh kakiku dengan air. Dia tampak berhenti melihat kaki ku yang mulus itu,aku tersipu malu.

" Len gak mau mandi bareng sama aku?"

' aahhhh mas Yusuf bisa aja Leni kan malu mas...."

" gak usah malu Leni...biasa aja..."

Mungkin saat itu banyak setan yang menghampiri kita berdua sehingga kita masuk ke dalam kamarsecara bersamaan. Aku lihat mas Yusuf membawa kursi di bawanya masuk ke kamar mandi.

" Buat apa mas?"

"udah jangan berisik,takut ada tetangga yang dengar kita sedang mandi berdua..."

Aku pun langsung terdiam,mas Yusuf memeluk ku dari belakang,handuk yang menutupi lepas,mas Yusuf masih saja mendekap ku dengan erat.

" Sudah lama aku memendam nafsu ku pada mu Len...."

" kamu bisa aja mas..."

" iya Len...setiap kali aku meliaht mu memakai daster penis ku selalu tegang apa lagi kulit mu yang mulus,kadang bra mu terlihat jelas dengan payudara yang montok...."

tersudah lama mas Yusuf mengincar ku.

Mas Yusuf membalikan badan ku,handuk sudah,payudara yang montok itu sudah terlihat jelas di hadapannya. Dia masih memeluk ku dengan erat,dan kemudian mengecup bibir ku secara perlahan,dingin berubah menjadi kehangatan. Aku pun membalas ciumannya dengan menggerakan bibir ku,aku duduk di kursi yang sudah di bawa mas Yusuf tadi.

Kita berciuman mesra,tangan mas Yusuf membelai leher sampai ke payudara ku. Nafas ku terengah-enggah merasakan belaian dan ciuman itu. Lalu mulai meremas payudara ku dengan keras. Aku mendesah,

"aaaaaaakkkhhhh mas....aaahhhh...."

Dia meminta ku untuk diam menahan kenikmantan itu. Dia kemudian jongkok di hadapan ku,pengait bra ku yang berukuran 38 B  itu lepas. Payudara menggantung dengan kencang,dia langsung menciumi payudara ku,putingnya dia jilati aku lemas kala itu.

"oooohhhhhh....aaaahhhh....nikmat mas.....aaakkkhhh...."

Setelah itu dia mengulum putting ku susuku dengan keras. Tangannya meremas dan bibirnya mengulum putting susu ku yang menegang. Dia terlihat gemas sekali melihat putting ku,dia tidak bisa membiarkan putting ku diam. Tangannya memutar-mutar putting ku sementara bibirnya mengulum putting susu ku satunya. Nikmat sekali sore itu,gairah ku mulai muncul secara perlahan.


Kemudain tangannya membelai memek ku.dia kembali jongkok. Memek ku yang masih perawan itu tepat di depan mata nya. Dia membuka celana dalam ku dan langsung melihat memek ku dengan sedikit bulu kemaluan. Kebetulan semalam aku habis mencukur bulu kemaluan ku karena lebat dan panjang,kini sedikit bulu-bulu itu di belai.

"aaasssshhh....aaaaahhhhh.....geli mass ahhhhh...."

Jemarinya membuka memek ku dari luar hingga ke dalam,dia belai hingga tubuh ku mengejan meraskan kenikmatan. Lalu dia membuka kaki ku dengan lebar,memek ku yang merekah itu terbuka lebar. Lidahnya menjilati bagian demi bagian,birahi ku semakin memuncak. Kemudia dia membelai dan mencoba memasukan jemarinya ke dalam memek ku.

"aaaaawwww....aaaahhhh....ahhhhhhhh....'

"Tahan ya Len,ini baru jari kalau nanti penis ku yang masuk lebih nikmat lagi Len...." sambil dia menunjukan penisnya yang tegak itu.

Jarinya berlahan masuk ke dalam lubang kenikmatan ini. Aku semakin tidak kuasa menahan kenikmatan yang dia buat. Dia memasukan jarinya keluar masuk ke dalam memek ku hingga aku mengeluarkan cairan banyak sekali,mungkin itu yang dinamakan masturbasi. Setelah aku megeluarkan cairan dia pun berdiri dan penisnya dia gesek-gesekan dengan memek ku.

"ooohhhhh mas....aaakhhhh....oohhhhh..."

Aku terus mendesah,kitapun duduk dilantai kamar mandi. Aku terpaksa berbaring dilantai yang dingin itu,mas Yusuf berada di atas ku. Wajahnya berhadapan dengan wajah ku,dadanya menempel di dadaku. Payudaraku mengganjal didadanya terasa geli menambah gairah kita berdua. Penisnya berusaha memasukan ke dalam lubang kemaluanku. Ujungnya berhasil masuk.

"aaaawwww......jleeeebbbbbb....ooohhhhh...aaaahhhhh...mas...sakit...ooowwww....aaahhhhh...."

Ujungnya masuk dan aku merasakan kesakitan yang lebih.Lalu dia menekan penisnya,sakit itu bertambah karena aku masih perawan. Susah sekali penis ku itu masuk ke dalam memek ku lama-lama seluruh batang penis mas Yusuf bisa masuk semua. Dia mengatakan ada sedikit darah yang keluar dari jalan lahir ku,itu pertanda aku sudah tidak perawan lagi.

"oooohhhhhh aaaaahhhhh....aaaaahhhhhh.....aaaawwwww.....aaaaahhhhhh..."

Setelah itu dia perlahan menekan penisnya masuk ke dalam. Gerakan itu keluar masuk membuat aku tidak tahan merasakan kenikmatan. Dia mengoyangkan pinggulnya secara otomatis penisnya berasa bergoyang di dalam memek ku.

"aaaahhhhh.....nikmat mas....aaaahhhh...ooohhhhh...."

Bibirnya mengulum putting susuku dengan keras,aku mendesah sangat keras. Pantat ku secara otomatis bergerak ke atas,sangat nikmat. Tekanan demi tekanan itu sangat tajam,penis yang besar itu bisa masuk ke dalam memek ku dan membuat kenikmatan yang tiada tandingnya. Tubuh ku terus menggeliat merasakan kenikmatan itu,mas Yusuf semakin bersemangat.

Keringatnya bercucuranmembasahi tubuhku. Aku memegang pinggulnya yang naik turun itu,gerakannya semakin cepat. Dia memeluk ku dengan erat dengan penis yang masih menancap di dalam kemaluanku.

"aaaaahhhh....mas...nikmat mas....aaakkkhhh....ooohhhhhh...."

Kemudian mas Yusuf mengerluarkan cairan dari penisnya,dia semprotkan ke payudara ku.

"cccrrrooootttttt.....crrrooooottttttt.....cccccrrrrrooooottttt......"

Dia merasa lega dan kembali memeluk ku,kran air dia nyalahkan. Dia bangun dan aku mandi bareng dengan mas Yusuf. Saling membersihkan badan ,saling memandang dengan tatapan sayang. Setelah itu kita mengeringkan badan,dan masuk ke kamar berdua selayaknya pasangan suami istri. Kita tidur di kamar berdua dan saling berpelukan telanjang hingga pagi menjelang.


www.abadicash.com                                                           www.pekanpoker.com



                                                 


Friday, August 11, 2017

Nikmatnya Memek Bandung Mojang Sunda


Abadicash : Beban pekerjaan dan pikiran yang sumpek membuat Rahmat (45), yang menjabat sebagai kepala jawatan di sebuah daerah Kabupaten yang cukup maju, memutuskan untuk mengajak Nina (35), istrinya bersama dua anak mereka Riki dan Riko, kembar berusia 10 tahun, berlibur ke daerah wisata di luar kota selama sepekan. Dua hari menginap di hotel N di kawasan wisata pantai membuat keluarga Rahmat sejenak melupakan hiruk pikuk kota.

Di sana setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama, berenang, latihan diving, dan mengabadikan kegembiraan mereka sekeluarga menggunakan kamera foto dan handycam. Tapi di hari ketiga, Nina merasa kecapaian dan tidak ikut suami dan dua anaknya bepergian. Ia memilih diam di kamar hotel untuk istirahat. Pagi-pagi benar, Rahmat, dan Riko-Riki berangkat untuk menikmati indahnya pulau-pulau kecil di sekitar kawasan wisata itu yang harus ditempuh dengan menyeberang perahu boat selama setengah hari.

"Ya sudah mama tinggal saja di hotel, istirahat.. paling besok kita sudah balik," kata Rahmat saat hendak berangkat.

Ia mengerti benar stamina istrinya kurang fit kalau harus menyeberang menggunakan boat. Riko dan Riki mencium pipi mamanya sebelum pergi. Hotel N tempat mereka menginap jauh dari pemukiman penduduk. Tempatnya memang sangat nyaman untuk berlibur menghilangkan suntuk, dengan rindang pepohonan di sekitar hotel dan panorama pantai yang berpasir putih. Hanya saja, keluarga Rahmat datang ke sana saat bukan musim libur, dan suasana hotel memang sedang sepi tamu.

Ini juga yang membuat pengelola hotel memperlakukan keluarga Rahmat secara spesial agar mau menginap lebih lama di sana. Sebab mereka menyewa dua kamar, satu untuk mereka dan satunya untuk anak-anak. Nina bangun sekitar pukul 11 siang, badannya sudah lebih segar dengan istirahat yang cukup. Ia lalu mandi dan menyantap sarapan yang diantar sedari pagi.

Nina tergolong wanita cantik yang di usia ke 35 tubuhnya semakin menggairahkan dari segi seksual. Payudaranya 36D dan tubuh tinggi montok berisi dengan pantat yang seksi dibalut kulit putih bersih. Banyak yang bilang wajah dan perawakan Nina mirip artis Mona Ratuliu. Setelah menikmati sarapannya, Nina mencoba rileks di sofa menonton televisi. Nina mengenakan kaos oblong putih dan celana pendek longgar agar lebih nyaman.

Tayangan kuliner di televisi hampir membuat Nina yang berbaring di sofa terlelap lagi, tapi ketukan pintu kamar menyadarkannya. Salman (40) dan Rusdi (28), dua orang petugas Hotel itu berdiri di muka pintu saat Nina membukanya.

"Maaf mengganggu bu," kata Salman ramah. Rusdi berdiri di belakang Salman.

"Oh nggak apa.. ada apa ya?," tanya Nina.

"Tadi pagi kami dipesan pak Rahmat, disuruh memeriksa kemari, katanya ada gangguan kerusakan di shower dan saluran pembuangannya?," jawab Salman.

Salman lalu mengenalkan diri kalau ia dan Rusdi adalah petugas hotel yang bertanggungjawab jika ada keluhan kerusakan fasilitas hotel.

"Ehm.., oh iya. Tadi sempat ke sini ya? Maaf ya saya bangunnya siangan.. ayo silahkan masuk pak," Nina baru ingat tadi pagi sempat ngomel-ngomel karena kerusakan di kamar mandi hotel.

Nina menyilakan dua petugas hotel itu masuk. Tak disangka saat itulah niat bejat dua petugas hotel dan kesempatan yang tersedia di saat Nina seorang diri, membuat Nina diperkosa di kamar sewaan keluarganya.

Pengakuan Nina:

Rahmat, suami Nina bersama anak mereka, Riko dan Riki kembali ke Hotel N dua hari kemudian setelah menikmati keindahan pulau-pulau kecil di seberang kawasan pariwisata itu. Malam hari setelah Riko dan Riki masuk ke kamar mereka dan tidur, Rahmat mencari tahu apa penyebab istrinya bermuram muka sejak mereka kembali ke Hotel.

"Mama masih sakit ya?, kok diam terus dari tadi," tanyanya pada Nina.

"Nggak papa, mama sudah sehat. Tapi selama papa dan anak-anak pergi….," Nina tak melanjutkan ceritanya. Ia tengkurap di ranjang dengan raut sedih, sementara Rahmat dengan sabar menunggu jawaban istrinya itu.

"Ayo teruskan mama, ada apa sebenarnya?," Rahmat penasaran.

"Mama diperkosa pa…mama diperkosa oleh dua petugas hotel ini…dan sekarang mereka sudah kabur," isak Nina menjadi-jadi.

Nina pun bercerita bagaimana dua petugas hotel itu datang ke kamar untuk memperbaiki shower. Namun saat kamar tertutup, mereka meringkus Nina dan mengikatnya. Mulutnya disumpal kain dan matanya juga ditutup ikatan sapu tangan. Lalu, mereka memperkosa Nina berkali-kali.

"Apa..??," Rahmat terkejut bukan main mendengar istri tercintanya digauli secara paksa oleh dua petugas hotel. Ia berusaha menghibur Nina agar tidak trauma, dan berjanji segera melaporkan kejadian itu ke kantor polisi esok harinya.


Rekaman Handycam

Rahmat sangat terpukul mendengar cerita istrinya. Setelah menenangkan Nina dan membiarkan ia terlelap, Rahmat kemudian keluar kamar hotel menuju tepian pantai untuk menyepi sambil merencanakan melaporkan masalah tersebut esok paginya. Tapi, sebelum keluar kamar Rahmat menemukan handycam milik Riko, anaknya tergeletak di dekat pintu kamar hotel. Handycam itu tidak dibawa ketika Rahmat bersama dua anaknya melancong ke pulau–pulau kecil dua hari lalu. Ia lalu memungut handycam itu dan membawanya keluar.

Di tepi pantai yang sepi itu, Rahmat melamun panjang memikirkan nasib keluarganya. Pergi berlibur untuk melepaskan beban dari himpitan kerja dan hiruk pikuk kota, justru membawa problem yang sangat berat dan aib. Tangannya iseng menghidupkan handycam untuk mengambil gambar bintang di langit malam itu. Namun niat ia urungkan karena pita kaset ternyata penuh. Penasaran, Rahmat kemudian merewind kaset dan memutarnya untuk melihat isinya.

Mata Rahmat terbelalak saat rekaman handycam tertayang di LCD handycam. Ternyata isinya adalah adegan pemerkosaan yang menimpa Nina, istrinya. Nina dalam keadaan terikat, masing-masing tangannya diikat di pojok sisi ranjang membuat posisi Nina terlentang dengan kaki terbuka.

Ia hanya mengenakan celana dalam dan bra berwarna biru muda, sementara mata dan mulutnya tertutup erat dengan ikatan sapu tangan. Tubuh Nina yang putih mulus meronta-ronta di atas ranjang seolah menuntut dilepaskan. Suaranya hanya ehmmm…ehmmm… seperti berteriak, tapi tak bisa lepas karena mulutnya tersumbat.

"Ha.. ha.. ha.. ini dia.. tante girang yang sudah nggak tahan di atas ranjang," suara seorang pria terdengar dalam rekaman itu.

Rahmat mengenal suara itu, ya suara itu tak lain dari Rusdi, bujangan petugas hotel. Nampaknya ia yang memegang handycam dan mengambil gambar Nina di ranjang.

"Eng.. ing.. eng… ini dia gigolonya…," kata Rusdi, di saat yang sama muncul gambar Salman petugas hotel lainnya.

Salman hanya menggunakan kolor putih, di baliknya nampa penisnya yang mulai menonjol tegang. Salman menyeringai di kamera sambil lidahnya menjilati bibir sendiri seakan hendak menyantap makanan lezat.

Salman naik ke ranjang di mana Nina terikat. Ia berlutut di antara kaki Nina sambil tanganya mulai mengusapi kaki mulus Nina. Nina memberontak meronta-ronta, teriakan tertahan terdengar keras.

"Eit.. eit… percuma tante… lebih baik tante nikmati saja, ketimbang melawan ntar malah sakit lho.. he..he..he..," ejek Salman dengan seringai mesumnya.

Salman terus meraba Nina mulai dari kaki, paha, perut, dan kini tangannya mulai menjalar ke payudara Nina yang masih terbungkus bra. Nina terus meronta berusaha melawan, tetapi percuma karena ikatan di tangan dan kakinya sangat kuat menggunakan tali plastik jemuran, semakin kuat ia meronta justru membuatnya semakin sakit pada pergelangannya.

"Kurang aja", pikir Rahmat saat menyaksikan adegan itu di handycam, tubuhnya bergetar menahan amarah.

Rasanya ia ingin sekali menemukan petugas hotel itu dan menghajarnya habis-habisan. Rahmat melanjutkan menyaksikan adegan di LCD handycam, kini tangan Salman mencabik paksa bra istrinya itu hinga tanggal. Payudara montok Nina sampai tergoncang-goncang. Pemandangan itu membuat Salman makin bernafsu dan seketika bibirnya mulai menjelajahi payudara Nina, bergantian, satu dihisap satu diremas-remas.

"Ehmmhhkk… ehmhkkk…jangan!!" Nina terus meronta berusaha melawan, tapi Salman tak peduli dan terus melakukan aksinya menikmati payudara wanita cantik itu.

"Eihh.. tenang aja tante.. nanti juga wenak..," kata Salman sambil tanganya memberi kode ke kamera agar mendekat.

"Waduh.. ini bayi tua lagi netek nih…, cucu mamah gede sih," suara Rusdi terdengar dalam rekaman, sementara adegan itu diclose-up, nampak jelas bagaimana lidah Salman bermain di putting susu Nina, sesekali dihisap dengan keras, lalu dijilati lagi pelan perlahan.

Handycam di tangan Rusdi juga merekam jelas bagaimana putting susu Nina perlahan-lahan mengeras setelah menerima jilatan dan hisapan Salman.

Handycam kemudian diarahkan Rusdi ke bagian bawah, merekam tangan kiri Salman yang mulai menggerayangi CD Nina. Gambar kkembali diclose-up, pinggul Nina bergerak kencang berusaha menghindari sentuhan Salman, namun percuma. Jemari-jemari kekar Salman mulai menyusup ke balik CD dan menggelitik klitoris Nina, sementara di bagian atas yang tak terekam kamera bisa dipastikan Salman makin bergairah menghisapi susu Nina. Rusdi menjauh dan mengambil gambar utuh. Salman bergerak membuka penutup mata Nina, lalu ia mencabik CD Nina dan menjilatinya beberapa kali.

"Ha.. ha.. ha.. sudah kubilang, tante pasti suka. Ini buktinya cairan memeknya sudah mulai netes. Makanya jangan melawan ya," Salman menghisap celana dalam Nina di bagian tengah yang ada bercak basahnya, lalu menghempasnya ke arah kamera.

Rusdi mengclose-up wajah Nina. Mata Nina melotot marah dan mulutnya yang masih tertutup ikatan sapu tangan mengeluarkan suara tertahan seperti membentak protes.

"Waduh.. si tante makin galak makin seksi nih.. ayo embat aja kang.., ntar gantian kita.., " suara Rusdi menyemangati Salman.

"Santai aja Rud.. makin galak makin asyik rasanya. Sekarang kita lihat masih galak nggak kalau itilnya diisapin…. Ayo ke siniin kameranya biar lebih jelas gambarnya,"

Salman meremas susu Nina dan menjawil dagunya, Nina semakin marah, lalu Salam mengarahkan kepalanya ke selangkangan Nina. Handycam di tangan Rusdi mendekat ke selangkangan Nina. Jemari Salman membelai-belai vagina Nina yang sudah telanjang penuh, sementara Nina tetap berusaha melawan dan meronta-ronta. Bibir vagina Nina direngkah dua jemari Salman hingga terbuka, warnanya merah muda dan mulai basah lantaran klitorisnya dimainkan jemari Salman.

"Ini itil namanya frend.. makin digosok, tante makin kenikmatan… nggak tahan.. ha ha ha…,"suara Salman bergairah, sementara gambar di LCD menunjukkan jempolnya menekan dan menguyak klitoris Nina.

Bibir Salman kemudian mendekat ke vagina Nina, lidahnya mulai menjulur menjilati klitorisnya. Telapak tangannya menekan bagian atas vagina Nina yang ditumbuhi bulu halus tercukur rapi.

"Hmmm.. sedep bener nih tante. Wangi…nggak ada bau terasinya memeknya nih, ga kaya  memek di gang itu…he he. Rud kau suting mukanya tante pas aku mainin itilnya ya..," Salman kembali menjilati vagina Nina, kali ini sambil dihisap-hisap.

Rusdi mereka ekspresi Nina. Matanya kini terpejam dan mulutnya yang tersumpal masih berusaha teriak, namun tubuhnya sudah lemah tak mampu meronta lagi. Tenaga Nina sudah terkuras karena berusaha melawan ikatan di tangan dan kaki.

"Ehmmhh.. ehmmmhhpp.," suara Nina melemas juga, rontanya justru menjadi gemulai membuat Salman makin nafsu menghisap vaginanya. Jilatan-jilatan lidah Salman di vagina Nina membuat pikirannya bercabang. Ia mulai merasakan kenikmatan yang tak mungkin dihindari, secara naluriah ia jelas sangat menikmatinya, namun secara moral, bagaimanapun ini perkosaan, apakah pantas ia menikmatinya?

"Ehmm.. kenapa tante? Nikmat ya?," suara Rusdi bertanya sambil wajah Nina di close-up. Nina melotot sambil berusaha mengangkat kepalanya, ia berusaha berteriak lagi, memprotes gambarnya direkam Rusdi.

Rahmat semakin marah melihat adegan itu. Dalam hatinya ia menaruh dendam kesumat pada Salman dan Rusdi yang mengerjai istrinya. Tapi adegan demi adegan yang dilihatnya di layar LCD handycam juga membuatnya semakin penasaran.

Rusdi tiba-tiba melepaskan sapu tangan penutup bibir Nina. Tapi Nina justru terpejam dan tak mengeluarkan sepatah kata pun, apalagi teriakan.

"Ayo tante.. mau marah apa? Mau ngomong apa.. ayo teriak lagi?," suara Rusdi meledek Nina.

"Ehmm.. jangan… amphuunnn.. jangan disuting… amphunnn," suara Nina memelas dengan nafas yang mulai berat dan mulai terangsang.

"Ampun kenapa tante..?," suara Rusdi kembali menggoda.

"Akhhss.. amphuunnnn… oughhh… mmpphh..," mata Nina kembali terpejam, tubuhnya bergetar seperti menahan birahi yang memuncak. Dari LCD handycam, Rahmat bisa menandai ciri-ciri wajah istrinya mulai dilanda gairah seksual.

Di bagian bawah Salman terus menjilati vagina Nina, Rusdi mengarahkan kameranya di bawah. Kepala Salman seakan terbenam di selangkangan Nina, saat di close-up nampak vagina Nina sudah sangat basah dan cairannya terus dijilati dan dihisap Salman. Pinggulnya bergoyang mengikuti irama jilatan Salman.

"Oughh.. ampphhhuuunnn… akhhsss..," suara Nina terdengar.

"Nih suting nih.. nah lihat nih.. tante udah nggak tahan mau dientotin nih..," kata Salman sambil jemarinya membuka bibir vagina Nina.

Handycam Rusdi mengclose-up vagina Nina yang terkuak oleh jemari Salman. Terlihat jelas dinding vagina Nina berkedut-kedut dan nampak dibaluri lendir birahinya sendiri. Salman masih menahan vagina Nina dengan jarinya, lalu penis Salman terekam di kamera sudah tegang mengacung dan mulai mendekati bibir vagina Nina.

"Eh Rud.. kau rekam yang lengkap ya.. aku entotin dulu nih tante, ntar kalau aku cabut kontolku.. kau close-up lagi memeknya ya…biar kau lihat bagaimana kalau nih tante puas.. ha ha..," Salman menyeringai.

Salman mengambil posisi tepat di tengah kaki Nina, dan perlahan menuntut penisnya ke bibir vagina Nina.

"Amphhuunn.. tolong lepaskan saya.. jangan.. tolong jangan lakukan" Nina memelas pasrah, seolah sadar sesaat lagi ia akan disetubuhi pria lain yang bukan suaminya.

"Nah.. begitu dong.. yang halus.. jangan marah marah kayak tadi hah..!! Ayo sekarang mau apa, mau dilepas?. Rud turuti tante ini, lepas ikatan kakinya Rud, cepat…," Salman tetap pada posisi siap menindih Nina, ujung penisnya sudah menyentuh bibir vagina Nina yang merekah.

"Akhhss.. jangan pak.. amphun.. jangan..," Nina memelas sejadi-jadinya dengan suara parau saat merasakan benda hangat menempel di bibir vaginanya.

Rusdi merekam semuanya sambil melepas ikatan di kaki Nina. Dari posisi itu nampak jelas penis Salman sudah menempel di bibir vagina Nina.

"Sudah siap tanthee.. ouh.. sudah siap kubawa ke alam nikmathhh.. ahh..," Salman menindih tubuh Nina dan memegang kedua pipi Nina agar wajah Nina menghadap ke wajahnya. Pinggulnya mulai ditekan membuat kepala penisnya menembus bibir vagina Nina.

"Ngghhh… amphuunnn.. jangahhnnn…tolong janganhhh… engghhhmmm… ouuhhhhggghhh… akhhhssss," suara Nina yang memelas berubah menjadi desahan tak tertahan saat Salman mulai memasukkan penis ke vaginanya dan mulai memompa keluar masuk.

Rahmat melihat bagaimana tubuh mulus istrinya menggelinjang setiap sentakan pinggul Salman terjadi. Nina mendesah tak karuan ditindih tubuh Salman yang kekar. Perawakan Salman agak pendek, penisnya juga lebih pendek dari milik Rahmat. Tapi penis hitam Salman jauh lebih gemuk dan lebih tegar dari milik Rahmat. Rusdi mengclose-up bagian yang sedang intim itu. Bibir vagina Nina sampai monyong-monyong didera penis Salman. Salman menghentak pinggulnya semakin cepat semakin keras.

"Akhhss… ouhhh.. ahhhh… sssttt…ughhh…," Nina terpejam sambil mendesah menahan nikmat, ia tak sadar wajahnya yang bersemu kemerahan karena terangsang sedang diclose-up oleh Rusdi.

Rusdi kemudian menjauh mengambil gambar lengkap. LCD handycam yang dilihat Rahmat menampakkan bagaimana kaki mulus Nina kini justru merangkul pinggul Salman yang semakin cepat memacunya, nafasnya terdengar keras memburu. Desahan Nina juga makin keras, dan kepalanya bergerak ke kanan-kiri.

"Ougghhh… argghhh… huh… nikmat sekalih tubuhmuuhh tannteehhh… ouhhh.. aaahhhhhkkkk…ouhhh nikhhhmmaaathhhh….," Salman mencabut penisnya dan berlutut di hadapan Nina dengan kepala menengadah dan tubuh bergetar, sesaat kemudian penisnya menyemburkan sperma sampai ke perut Nina. Salman mencapai puncaknya.

"Waduh.. akang ini belum apa-apa tuh udah ngecrot kemana-mana maninya.., sini gantian.. biar saya ambil alih memuskan si tante" Rusdi bergegas naik ranjang menggantikan posisi Salman.

Rekaman di handycam sempat goyang menampilkan gambar lantai, cermin rias, dan langit-langit kamar. Kini Salman yang merekam gambar, sementara Rusdi sudah bugil menindih tubuh Nina. Penis Rusdi sangat kekar, panjang dan besar. Kotak-kotak kekar di perut Rusdi menggambarkan keperkasaan, ia memang perenang tangguh di kawasan wisata itu.

"Sudahhh… amphuunnn… jangan lagihh.. amphunnnhhh…," pinggul Nina bergerak ingin menghindari penis Rusdi yang sudah mengarah ke vaginanya, tapi percuma karena kedua tangannya masih terikat membuat posisinya tertahan terlentang.

"Tenang tante sayang.. kan masih tanggung tadi.. sekarang saya kasih biar tante puas..," Rusdi tiba-tiba menindih Nina, ia melumat bibir ranum Nina, meremas susunya, dan mulai menggenjot penisnya keluar masuk ke vagina wanita cantik beranak dua itu. Nina mulai mendesah, gerakan Rusdi membuat ia kembali terangsang hebat setelah puncak klimaksnya hampir sampai bersama Salman tadi.

Rahmat melihat dari layar LCD bagaimana istrinya mulai hilang kontrol dan tak menyadari sedang berhubungan intim dengan lelaki lain yang memperkosanya. Nina terpejam dengan bibir terus dilumat Rusdi, malah Nina nampak membalas lumatan-lumatan Rusdi, nafas mereka sama-sama memburu bercampur desahan.

"Goyang yang keras Rud.. si tante dah mau sampai puncak tuh…," suara Salman terdengar

Sementara gambar di close-up ke wajah Nina dan Rusdi yang berpagutan bibir. Rusdi menggocok semakin kencang, kaki Nina merangkul pinggul Rusdi seolah ingin hantaman yang lebih sempurna di vaginanya. Dalam hati Rahmat bercampur berbagai macam perasaan, marah, cemburu, sedih, juga terangsang sampai tangannya bergetar memegangi handycam itu

"Oughh… ghimmana tanntehhh… enakkhhhss…??," Rusdi melepas pagutannya dan terus menggenjot Nina sambil mengeluarkan obrolan nakal

Nampak ludah mereka saling bertaut ketika bibir mereka berpisah. Nina semakin lepas kendali di saat puncak kenikmatan nyaris dirasakannya di bawah himpitan tubuh Rusdi yang kekar.

"Gimana tanthee… jawabbbhhh aghhh…,"

"Ngghhhmm ahhsss….," Nina mendesis. Rusdi menggenjotnya lebih keras, dan terus meluncurkan pertanyaan mengejek pada Nina.

"Akhhss.. amphunnn… ahhhsss enakhhhmaaass.. sssttt..,"

"Apa tanthe??? Yang keras bilang…,"

"Ughhh… ssstnnikkhhmmmaatt… ssshhh aaahhh… ihhh…,"

"Enakh digoyanghhh… ayo bilang…," Rusdi terus memancing Nina.

Nina menggelinjang kenikmatan dengan nafas semakin berat memburu. Peluh mereka bercampur menetes. Nina dapat merasakan urat-urat penis Rusdi yang menonjol itu bergesekan dengan dinding vaginanya. Benda panjang itu demikian keras dan perkasa hingga mampu memabukkanya dalam birahi, sebuah sensasi yang belum pernah dia dapatkan dari suaminya sekalipun.

"Apanya yang nikmat tantehh? Apanya hah? Omong yang jelas!"

“Ssttt.. ahhgg.. konthhh… tholll… assttt oughhh…,” Nina menjawab refleks di luar kendalinya.

"Yahhkk begithuu tannthee… akhhhsss… nihhhh.. ouh…memekmu juga enakhh loh" Rusdi semakin liar menggenjot Nina.

Kini kaki kanan Nina diangkat ke bahunya lalu dengan posisi itu Nina kembali dihajarnya. Ia terus menyetubuhi wanita itu sambil tangan satunya meremasi payudaranya yang montok.

"Hajar terus Di!" terdengar suara Salman yang sedang mengambil gambar menyemangati temannya.

"Tanhtee enakhh diapainnn hahh..??," Rusdi memacu penisnya semakin cepat, ia mulai merasakan kedutan dari dinding vagina Nina menandakan Nina hampir klimaks.

Salman mengclose up lagi wajah Nina yang terpejam, sementara Rusdi menggenjot Nina sambil terus bertanya nakal. Salman berusaha melepaskan ikatan tangan Nina sambil terus merekam pertempuran ranjang itu.

"Aghh.. dihennntoothhinnhh aaakhhsss… ahhh. Amphunnnn uhhh enthooottt… akhhhsss ouhhh.. sssttt enghhhmmm," desah Nina.

"Diperkosa ini tanthee.. enakhss diperkosaaa..??,"

"Yeahhh… akhhsss eeehhhnnn…naaakkhhh.. perkohhssaa…aahhhsss…," Nina menceracau mengukuti pertanyaan Rusdi.

Tangan Nina yang sudah lepas dari ikatan bukannya mendorong tubuh Rusdi tapi justru merangkul leher Rusdi dan meremasi rambut Rusdi dari belakang. Dari LCD handycam di tangannya, Rahmat melihat istrinya sudah mencapai klimaksnya, suara Nina terdengar sangat menggairahkan saat itu.

Tanpa sadar penis Rahmat mulai tegang, sungguh tak disangka, istrinya terlihat begitu menikmati hubungan badan dengan pria pemerkosanya dibanding dengan dirinya. Sungguh sebuah ironi tapi tanpa anehnya Rahmat malah terangsang menyaksikan rekaman perkosaan istrinya itu

"Ayooo.. tante.. ahhh.. ayohh…," Rusdi juga hampir mencapai klimaks, secara maksimal tenaganya dipacu menggoyang Nina.

Tubuh Nina mulai bergetar hebat dan kakinya seperti kejang merangkul pinggul Rusdi yang terus bergoyang di atas tubuhnya.

"Akkhsss.. ahhhh… ammphuuunnnnhhhh… ssttttt akkhhhsssss…. Mmmmphhhmmmm… emmphhhhpppp, pertahanan Nina akhirnya bobol, tubuhnya seakan kejang, tangannya menarik rambut Rusdi, dan kepalanya terangkat meraih wajah pria itu. Saat klimaksnya membludak, Nina justru melumat bibir Rusdi, memeluk Rusdi kuat-kuat, melepaskan kedutan-kedutan nikmatnya.

"Akhhh… ouhh.. yeahhh.. yeahhhh… ouhhh… yeaaahhhhh…," Rusdi melenguh kejang melepas lumatan Nina. Rusdi juga mencapai klimaksnya sambil memeluk erat tubuh Nina, mereka berpelukan erat dan saling menekan kenikmatan di vital mereka secara bersamaan, lalu lemas beberapa saat kemudian.

Salman mengclose-up bagian vital itu, perlahan Rusdi mencabut penisnya. Air sperma Rusdi terhujam di dalam vagina Nina perlahan menembus keluar meleles di bibir vagina Nina. Rusdi berbaring di sisi Nina, sementara Salman mengangkangkan kaki Nina dan menguak vagina Nina dengan tangan kirinya, tanga kanannya mereka close up vagina Nina. Rahmat melihat vagina Nina masih berkedut-kedut.

Selanjutnya tampak kamera diatur sedemikian rupa sehingga mengarah ke tengah ranjang, kemudian Salman nampak di layar menghampiri Nina. Kini kedua pria itu menggarap Nina secara threesome, Rusdi duduk selonjoran sambil bersandar pada kepala ranjang dengan penisnya dikulum oleh Nina, sementara dari belakangnya Salman menyetubuhinya daalam posisi doggie. Sesekali tangan Salman menepuk pantat Nina yang semok itu.

Tiap sodokan penisnya mendorong keluar sperma Rusdi meleleh di bibir vagina wanita itu. Gambar di handycam kemudian terputus dan menampakkan Nina yang tertidur pulas di ranjang, bugil tanpa ikatan, pada bibirnya masih berbekas cipratan sperma.

"Ya beginilah kondisi nyonya sombong yang sudah kami perkosa sampai puas.. diperkosa malah kenikmatan dia sampe tidur ngorok ha.. ha.. ha..," suara Salman terdengar.

"Ini dia film bokep made in Indonesia asli, tidak ada rekayasa dalam pembuatan film ini" suara Rusdi menimpali.

Rusdi dan Salman terus mengeksplore tubuh telanjang Nina sambil berkomentar. Dari komentar mereka Rahmat tahu kalau mereka nekad memperkosa Nina karena Nina menyinggung perasaan mereka. Waktu hendak membenahi shower dan kamar mandi, Nina sempat melontarkan kata-kata menyuruh mereka berdua cepat selesaikan pekerjaannya karena Nina tak tahan bau badan mereka.

Tangan Rahmat luruh dan handycam hampir jatuh. Pikirannya kacau setelah melihat rekaman pemerkosaan terhadapa istrinya itu. Bukankah Nina akhirnya menikmati juga?, bagaimana mungkin ini dilaporkan ke polisi?, akan lebih menjadi aib jika nantinya dua pelakunya membeberkan ini suka sama suka. Rahmat berteriak sejadi-jadinya, lalu kembali ke kamar hotel. Setelah memastikan anak-anak sudah tidur lelap, ia menggauli Nina secara brutal membayangkan memperkosa istrinya sendiri.



www.abadicash.com                                                                         www.pekanpoker.com


                                                 

Wednesday, August 9, 2017

Pacarku Binal Diatas Ranjang


Bandar Bola Online - perkenalkan nama gw Alex,aktifitas gue kuliah di tahun yang ke 4 sekarang,dan gue punya pacar yang binalnya minta ampun dulu di smp yang namanya Anggi,dan kalau bicara yang namanya tidur dengan cewek gue melakukan pertama kalinya di bangku smp dulu dengan Desy,dan karena itu juga punya pacar yang tetap sampe sekarang gue kuliah,kejadiannya tepat di gudang sekolah gue yang tercinta ini,pas gue melakukan ini gue kelas 3 smp dan pacar gue kelas 2 smp.

Gue sekolah di suatu smp swasta di jakarta,btw gue termasuk orang yang cukup terkenal disekolah gue,karen gue tajir,juga wajah gue yang lumayan dan gue juga ketua osis di sekolah.Gue banyak yang ngejar dan mau sama gue di sekolah,tapi cuma sedikit cewek yang gue tidurin,sekolah gw termasuk sekolah swasta favorit di daerah gue.Disekolah gue di cap sebagai cowok yang playboy,walaupun di cap kaya gitu masih banyak cewek yang mau sama gue dari sekian banyak cewek sekolah,ada satu cewek disekolah yang pengen banget gue cobain namanya Anggilina,cantik,imut,kulitnya putih dan rambutnya sebahu warna pirang mirip cina dan paling yang gue suka dari dia pantat dan dadanya yang tumbuh gede.

Anggi panggilan untuk cewek ini,dan dia termasuk cewek yang nakal bisa di bilang binal.Ada tingkahnya yang buat orang awam atau guru geleng kepala,ciuman dikelas,sepongin sama fetting di wc sekolah nih cewek termasuk primadona,disekolah gue banyak yang ngajak jadian cuma untuk ngentot sama dia tapi di tolak secara halus karen menurut dia,dia gak mau sembarangan cowok yang ngentot sama dia.

Pas hri senin pagi seperti biasa gue berangkat dan gak seperti biasanya gue terlambat dan banyak siswa yang terlambat dan daripada gue di hukum mendingan gue maen di gudang sekolah sambil merokok,dan di gudang gue ngeliat Anggi lagi asyik baca novel orang dewasa.Dia baca buku sambil ngusap-ngusap dadanya dan sesekali jarinya di masukin ke kemaluannya,pikir gue nih cewek lagi coli ya pikir gue.

Langsung aja gue buka pintu gudang sekolah dan spontan dia kaget gue cuma terpana ngeliat memeknya dia yang di hiasi jembut yang lumayan tebal "ehhh..Alex ngapain loe...kaget gue" kata gue,lagi coli ya" tutur gue nambahin "ih ...ngak.....lagi baca aja" tutur dia sambil menujukan majalah yang dia baca ke gue,"gi loe mau gak jadi bokin gue" tutur gue "bokin lo" tutur dia "iya" tutur gue sambil mendekati Anggi dan sambil mengelus kemaluan Anggi yang sudah basah itu "ehmmm...mau" tutur Anggi merem melek sambil memakai lagi celana dalamnya.

"mau gak loe tidur sama gue" tutur gue langsung " sama loe " kata dia kaget."iya sama gue trus sama siapa lagi loe kan bokin gue" kata gue nambahin "gak ahhh takut : tutur Anggi,"takut,takut apaan" tutur gue,"takut hamil" kata dia,"gak lah,kalau hamil gue tanggung jawab" kata gue,"bener mau tanggung jawab" kata Anggi sambil senyum "kapan mau ngentot ama gue" tutur Anggi,"disini aja nanti siang tunggu anak-anak dan guru pada balik" tutur gue sambil kegirangan.

Entar sore jam 3 aja" tutur Anggi "tapi gue boleh minta duit gak,buat bayaran sekolah gue yang nunggak 4 bulan ini" tutur Anggi "emang loe belum bayaran sekolah gi" tutur gue bingung "belon kan uangnya buat beli majalah ini" tutur Anggi sambil tersenyum "iya neh" tutur gue seraya mengeluarkan uang 4 lembar dengan nominal seratus ribuan " kembaliannya buat li aja gi" gue tunggu loe disini ya nanti" tutur gue "bye sayang,tunggu gue ya" tutur Anggi sambil mengecup gue dan kami masuk ke sekolah pada pelajaran ke dua.

Jam 3 sore guru dan murid di sekolah semua pada pulang dan gue minta ijin sama mang diman,gue liat sepi dan gue ke gudang sekolah yang letaknya agak sepi dan terbelakang disekolah gue,ada Anggi yang terlihat sedang menenggak minuman dingin.

"Ayo mulai aja" kata Anggi "ayo aja" tutur gue 'boleh tapi jangan sangar ya" tutur Anggi lalu gue melepaskan celana panjang dana celana dalam "Anggi menurut lo siapa yang paling besar di antara cowok yang pernah loe liat" tutur gue seraya menyorongkan burung gue "ehhhh.....keliatannya loe deh udah putih panjang lagi " tutur Anggi sambil malu-malu "gi loe buka donk baju loe..." tutur gue dan Anggi pun membuka bajunya serta celana dalamnya dan jreng telah berdiri di hadapan gue si Anggi cewek seksi yang sudah telanjang di hadapan gue.

"wuihhhh bener kata orang body loe kualitas nomer satu gi" tutur gue,lalu gue memeluk Anggi dan mencium Anggi serta meraba pantatnya dari belakang dan ciuman gue turun ke leher dan tangan gue pindah ke depan dan gue langsung mengusap-usap kemaluan Anggi dengan tangan dan masukan jari tengah gue ke kemaluan Anggi "ahhh....sakit tau..." tutur Anggi terhentak.

Lalu jari gue berganti bermain di bibir kemaluan Anggi dan gue mau Anggi melakukan sesuatu dan gue menghentikan tangan gue di kemaluan Anggi dan gue minta Anggi berdiri di depan,dan tangan gue gue menyuruh untuk melakukan blow job lalu dia segera melakukannya dan gue mengarahkan Anggi ke depan dan menyuruh memasukan ke mulut Anggi dan mengangkat tangan Anggi memegang pantat gue dan gue maju mundur seperti menyetubuhi mulut mungil Anggi.

Dengan mulut Anggi yang mengulum dan disedot-sedot,dikulum biji zakarnya di maju mundurkan di mulut Anggi yang mungil itu,gue kadang-kadang di jepit diantara dada Anggi yang bulat dan seksi tersebut dan Anggi menyedot kepala burung gue dan sensasi yang diberikan Angi serta dadanya enak sekali dan gue tidak ada hentinya mengerang dan dengan keras kedua tangan gue menjambak rambut Anggi ke depan dan belakang sampai biji zakar gue menghantam muka Anggi dengan keras "ehhhmmmmmm....eeenakkkkk....giiiii...enaakkkk...terus gi" tutur gue seraya kaya kesetrum listrik jutaan watt pas mulut imut Anggi mengemut dan menyodot keras.

Setelah burung gue mengkilat karena ludah Anggi itu,Anngi berkata " sayy...isep memek due donk" dan gue langsung kebawah dan langsung mencium memek Anggi baunya wangi merangsang dan gue langsung menjilat memek Anggi seraya mengeluar masukan jari tengah gue ke memek Anggi dan kadang-kadang ke dalam anus Anggi,gue sedot-sedot klitoris Anggi dan Anggi pun tak henti-hentinya mengerang "terusss ...Leo sedot memek Anggi" tutur Anggi,gue makin gila menyedot dan mengeluar masukan jari gue ke memek Anggi," Leooo....memekkkk....Anggi...tutur Anggi" jawab gue seraya menekan - nekan jari gue.

"memek Anggi basah"tutur Anggi...mau keluar..."dan Anggi mengejang dan mejambak rambut gue ke memeknya dan dia merasakan organisme yang pertama sesuadah itu gue berkata,"gi gue boleh kan masukin burung gue kesini"sambil mengusap-usap burungnya ke memek Anggi "boleh aja pelan-pelan ya"kata Anggi seraya merem melek akibat perlakuan jari gue di memek Anggi,lalu pelan-pelan gue masukin kepala burung gue itu,karen tidak mau masuk ke lubang Anggi akhirnya gue lumurin pake ludah gue dan setelah setengahnya masuk Anggi langsung memekik keras.

sakitt.. dii..pelan.. pelan..donk… luu…. jangan sangar gitu " setelah kepala batang keras tersebut masuk kemudian gw mencium leher anggi dan sesudah anggi terangsang gw menghentakkan batang burung gw sehingga masuk seluruhnya ke memek anggi dan anggi menjerit seraya memeluk punggung gw " achhh…. leooo.. perihhh…." jerit anggi setengah menangis "tenang gii entar juga enak cuma sebentar kok sayy" kata gw seraya mencium dan meremas dadanya supaya dia tenang lalu gw mulai bergerak maju mundur pelan sekali supaya anggi engga merasa sakit " achhh…ohhh… enakkkghhh…. leooo.. enakk… trusss.. leoooo…"kata anggi merem melek,mulut anggi tak hentinya meracau
"enakkk…leooo…terusss" racau anggi "enakkk….apa…"kata gw seraya mempercepat genjotan gw di dalam memek anggi "kontollll… leooo.. enakkk" racauan anggi yang sudah tak beraturan itu dan gw bergerak sedikit cepat dan anggi seraya menaikan kakinya dan terus mengusap – usap pantat gw yang gerakannya semakin cepat dan gw hanya bergerak maju mundur seraya memegang dan mengelus – elus paha putih anggi dan sesekali menampar paha anggi seraya sesekali menyedot dada anggi yang membusung keras dan leher anggi yang wangi tsb dan setelah 15 menit anggi di genjot oleh gw anggi merasakan sesuatu yang mau keluar dari liang memeknya

" achhh… diiii…. gw…. mauuuu…."jerit anggi "mauu…apa…"kata gw “memek anggii… keluarrr…. keluarrr… genjotttt…. yangg…. kerassss… donkkkk… sayyy" kata anggi dan gw segera mengeluar masukan burung gw dengan cepat dan keras "keluariinn.. aja.. giii.. biar… memek… loe… jepit.. kontoll… leooo “kata gw seraya menaikkan lagi tempo genjotan di memek anggi dan anggi yang sudah tidak tahan itupun menjerit takkala menahan orgasmenya "anggi…. sayangg….. leoooo" dan anggipun merasakan orgasme keduanya dan tubuh anggi pun mengejang dan otomatis menjambak rambut gw kebelakang dan kedua kakinya naik dan menjepit pinggang gw sesudah itu langsung melemas dan jatuh di atas kardus di sampingnya " dua.. kosong… sayang.." kata gw

"say…kita coba dogie style yu" kata gw seraya membalik tubuh anggi ke posisi seperti orang merangkak,lalu dengan cepat gw menusuk anggi dari belakang dan bleesssshhh burung gw yang panjang dan putih itu masuk lagi ke memek anggi dari belakang lalu gw mulai kerja lagi keluar masuk memek anggi dan anggi hanya merem melek dan mengoyangkan kepalanya kekanan dan kiri dan sesekali juga mengoyang anusnya kekiri dan kekanan sesuatu ketika gw bergerak dengan cepat dan kasar sekali sampai bunyi anus anggi yang bersentuhan dengan perut gw berbunyi nyaring dan badan anggi tesodok – sodok dan terguncang – guncang dan buah dada anggi yang besar itu beranyun – anyun dan desahan anggi bertambah nyaring dan gerakan anus anggi semakin erotis.

Gw terus menyodok memek gw dengan gerakan yang sangat cepat dan setelah 10 menit berdogie style dengan anggi akhirnya gw menyerah dan merasa pertahanan gw akan jebol dan gw mengenjot anggi dengan cepat dan sesuatu ketika gw menancapkan kontolnya di memek gw dan meremas dada anggi dengan keras dan tiba – tiba gw berteriak kepada anggi seraya menancapkan batang burung ke memek anggi yang sekali jadi sehingga anggi pun memekik dan kepalanya mendongak keatas seraya melepas burung gw di mulutnya itu"achhhh…."jerit anggi

"accchhhh…. giii… gw… mauu…. keluarrrghhhh… terimaaa…. nihhhh…. pejuuuuu… gueee" gw mengerang dan tangannya berganti meremas buah anus anggi dengan kencang dan pada saat itu pula gw mengeluarkan spermanya yang jumlahnya banyak itu di dalam memek anggi " enakk.. giii… enakkk… memek… loe… enakkk" kata gw seraya sedikit bergerak keluar masuk lagi di memek anggi tuk merasakan sedikit kenikmatan lagi sampai muncratan sperma terakhir burung gw dan mencabut burung gw dan menyuruh anggi membersihkan burung gw dengan lidahnya

dan sesudahnya gw yang kecapaian duduk di kotak di samping tubuh anggi yang mengkilat akibat keringat itu lalu gw mau mendekati anggi lagi ,dan meminta sekali lagi tapi yag ini lain,gw dari dulu pengen nyoba yang namanya anal seks dan banget – banget pengen nyobain anus si anggi yang semok dan padat itu lalu dengan sedikit diolesi vaseline punya anggi gw lumuri batang gw yang mengeras lagi dan anus anggi dan gw mulai penetrasi dengan burung keras gw ke dalam anus anggi ” achhh…. leo… sakiiitttt…. sakiittt….” rintih anggi pas kepala buru gw memaksa masuk ke anus anggi yang kecil tsb
" gila…giii…pantat… loe… enakghhh.." seraya bergerak maju mundur pelan – pelan 5 menit waktu yang di butuhkan tuk burung gw masuk seluruhnya "gila …. loe… pantat….. memang…. cocok… disodomi… gii…"kata gw lalu dengan semangat gw gerakin burung gw keluar masuk anus anggi dengan cepat sambil mengusap buah pantat anggi dan juga kadang kadang seraya tangan kanan gw menjambak rambut anggi ke atas "gila…bener bener anus nomer satu ”" kata gw sambil terus mengenjot anus anggi dan teriakan anggi terdengar semakin nyaring dan melengking ketika burung gw bergerak keluar masuk anusnya dengan cepat,"achhh…. leooo… sakitttt…" erang anggi,gw tau teriakannya itu engga bisa kedengeran oleh siapapun karena gudang itu jauh dari depan sekolah dan sekolah lagian lagi sepi dan itu yang buat gw makin semangat memompa burung gw di anus anggi .

Baru kali ini gw ngerasaiin yang namanya anal seks dan dengan kenikmatan anus seorang yang seksi padat pula dan kerasa nikmatnya ampe ubun – ubun gw,gw lalu mencengkram pinggul anggi dengan kedua tangan gw dan mengeluarkan – masukkan burung gw dengan sangat cepat ” ayooo…. giii… ngentootttt… luuuu… ngenttttottt…..” caci gw seraya sesekali menampar anus semok anggi kiri dan kanan sampai kelihatan anusnya kelihatan memerah dan anggi hanya bisa menjerit seirama sodokan burung gw di dalam liang anusnya yang sedang di tusuk oleh burung gw" ahhh.. .le… akiiittt… leoo.. .jangannnn…. cepeeettthhh…. cepettthhhh… donkkkkhhh… achhhh… sakittt." rintih anggi meminta gw bergerak pelan


www.abadicash.com                                                                                    www.pekanpoker.com